Scroll untuk baca artikel
Berita

Panen Jagung 2 Ton di Sungai Luar, Polri Dukung Asta Cita Presiden RI

×

Panen Jagung 2 Ton di Sungai Luar, Polri Dukung Asta Cita Presiden RI

Sebarkan artikel ini

Infoinhil.com – Batang Tuaka, Dalam rangka mendukung Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, kegiatan panen jagung dilaksanakan di wilayah Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau.
Kegiatan panen jagung tersebut berlangsung pada Kamis, 22 Januari 2026, sekitar pukul 09.00 WIB,

Bertempat di Dusun Sungai Cakah, Desa Sungai Luar, Kecamatan Batang Tuaka. Panen dilakukan di lahan milik masyarakat seluas 2 hektare dengan estimasi hasil mencapai sekitar 2 ton jagung.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kapolsek Batang Tuaka IPTU Andrianto, S.H., M.H., Sekretaris Camat Batang Tuaka Heri Gunawan, S.ST., M.Si., Danramil 012 Batang Tuaka yang diwakili Babinsa Sungai Luar Serda Syafrijon, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Sungai Luar Zinatal Hayati, S.P., serta personel Polsek Batang Tuaka.

Turut hadir Kepala Desa Sungai Luar Baharuddin, S.Pdi., Ketua BPD Sungai Luar Wahyudi, Ketua TP PKK Desa Sungai Luar Marwiyah Baharuddin, Pendamping P3MD Surniati dan Imelda, Ketua BUMDes Berkah Usaha Mhd Yupi, serta Ketua TPK BUMDes Sungai Luar Arisman.

Kapolres Indragiri Hilir AKBP Farouk Oktora, S.H., S.I.K., melalui Kapolsek Batang Tuaka IPTU Andrianto, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan panen jagung ini merupakan wujud sinergi antara Polri, pemerintah desa, dan kelompok tani dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Ia menjelaskan bahwa hasil panen jagung diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak serta sebagai komoditas pangan strategis di tingkat lokal.

Adapun hasil panen jagung tersebut direncanakan akan didistribusikan ke Bulog, sementara sebagian lainnya akan dimanfaatkan sebagai bibit untuk penanaman kembali di lahan yang sama. Langkah ini dilakukan guna menjaga keberlanjutan produksi serta mendorong kemandirian pangan desa.

Selain itu, kegiatan panen jagung ini juga diharapkan dapat menjadi pemicu terbentuknya lumbung pangan desa, khususnya di wilayah pelosok, sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan pangan serta mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional sesuai dengan Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia.