oleh

DLHK Inhil Laksanakan Rakor SMPEI Tahun 2021

Infoinhil.com – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melaksanakan rapat koordinasi program Sustainable Management of Peatland Ecosystems in Indonesia (SMPEI) tahun 2021 yang pendanaan bersumber dari bantuan luar negeri melalui dari lembaga pemerhati lingkungan IPED bekerjasama dengan Kementerian LHK.

Bertempat di Ruang Aula Bapeda, kegiatan dibuka oleh Wabup Inhil H. Syamsudin Uti. Dihadiri oleh Kepala DLHK Illyanto dan jajaran, Rabu (4/7/2021). 

banner 720x90

Dalam sambutannya Wabup Inhil H Syamsudin Uti mengatakan Kabupaten Inhil dikenal dengan daerah yang memiliki tanah bergambut, hal ini menjadi tugas bersama terutama Dinas DLHK agar dapat menjaga lahan gambut di Inhil. 

“Apalagi kita mulai memasuki musim kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) yang sangat rentan menyasar pada lahan gambut. Lahan gambut di Inhil seluas 912.636 hektar yang tersebar di 20 kecamatan ini perlu dijaga,” ungkapnya. 

Untuk mengantisipasi kebakaran di lahan gambut itu, salah satunya program ini menyalurkan mesin pompa air secara simbolis kepada para peserta rakor yang berasal dari 6 desa sebagai proyek percontohan. 

“Jangan sampai lahan gambut kita terbakar maka kami salurkan alat pompa air. Saya mengharapkan alat-alat ini dimanfaatkan dan dirawat untuk kepentingan bersama,” tutur Syamsudin Uti. 

Sementara Kepala DLHK Inhil, Illyanto menyebutkan “peserta rakor terdiri dari 6 Kepala Desa yang menjadi objek proyek, Fasilitator/pemdamping serta Tim pelaksana.”

Ia juga menyebutkan tujuan daripada rakoor SMPEI dilaksanakan.

“Tujuan kegiatan ini adalah penanggulangan dan pencegahan Karlahut, melestarikan tanah gambut serta membuat demplot disekitarnya untuk tanaman agar subur yang akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Ini semua bisa dicapai dengan membangun sekat kanal yang akan menaikan muka air tanah sekitarnya,” jelas Illyanto.

Kegiatan ini dimulai dengan perencanaan tahun 2018, sementara fisiknya dimulai tahun 2019, 2020 dan 2021 selama 3 tahun. Di Propinsi Riau hanya 3 kabupaten yang mendapatkan bantuan dana kegiatan ini yaitu, Inhil, Inhu dan Pelalawan.

Evaluasi oleh pihak Kementerian LHK dan IPED, Inhil dinilai baik dan berjalan sesuai rencana.

“Oleh karena itu, kita harus melanjutkan program ini. Alhamdulillah Bapak bupati mengapresiasi dan sudah ketemu dengan Tim Kementerian LHK dan IPED pada saat mereka melaksanakan monev. Dan juga sdh dimasukan dalam usulan APBD Inhil tahun 2022 untuk beberapa lokasi. Selain itu bukan tidak mungkin untuk desa-desa lainnya bisa menggunakan dana desa masing-masing dan ini sedang dikoordinasikan dengan DPMD untuk disosialisasikan.” Tambah Illyanto melengkapi penjelasannya.

loading...

Komentar