Infoinhil.com – Memiliki ketinggian 39, 86 meter, air terjun ini tidak kalah indahnya dengan air terjun lainnya yang ada Provinsi Riau.
Memang butuh sedikit perjuangan untuk sampai ke air terjun ini, karena untuk mencapainya pengunjung harus melalui medan yang cukup berat.
Sekitar 20 km dari Selensen, Kecamatan Kemuning, Pengunjung harus menempuh jalan tanah yang hanya bisa dilalui dengan sepeda motor jenis trail (traker) dan kendaraan roda empat sejenis jeep dan lainnya yang serupa.
Setelah itu pengunjung juga harus menuruni anak tangga yang cukup curam untuk sampai ke lokasi air terjun 86.
Namun segala perjuangan itu akan terbayarkan tuntas dengan keindahan dan kesegaran yang diberikan air terjun ini.
Terlebih lagi pengunjung juga akan dimanjakan oleh suasana alam nan asri saat memasuki kawasan air terjun.
Bangunan rumah – rumah penduduk yang berupa rumah adat melayu atau biasa di sebut pesanggerahan juga akan menyambut pengunjung.
Setelah sampai di lokasi air terjun, jangan sia – siakan kolam air dangkal yang jernih untuk mandi dan melepas lelah setelah menempuh perjalanan.
Lokasi air terjun yang berada di kawasan penyangga Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) juga membuat pengunjung akan dimanjakan dengan berbagai pesona flora dan fauna yang ada didalamnya.
Bahkan jika beruntung, pengunjung juga akan bertemu dengan burung Kuau (Argusianus argus argus) yang langka dan berbulu lentik dengan pesona berbeda saat burung ini mulai menguakkan bulunya.
Selain itu berbagai macam jenis kayu hutan alami juga akan ditemukan di kiri dan kanan lembah, antara lain, yaitu, Kayu Resak, Pintangur dan Meranti.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Inhil, Junaidy Ismail sangat merekomendasikan destinasi yang sedang di garap oleh Pemerintah Kabupaten Inhil ini.
Junaidy menjelaskan, air terjun 86 merupakan air terjun alami yang berasal dari aliran Sungai Abang yang selanjutnya akan jatuh ke kolam dan mengalir ke Sungai Endelang (tembulun).
“Dari aliran air terjun utama (86) yang jatuh ke kolam (lubuk) akan mengalir ke tembulun yang terbuat dari celah batu, namanya tembulun dan airnya begitu dingin dan jernih,” jelas Junaidy.
Mengapa diberi nama 86, menurut Junaidy, nama tersebut diberikan karena lokasi air terjun yang berada di kilometer 86 Jalan Raya Lintas Timur Sumatera.
“Tepatnya air terjun ini berada di Dusun Simpang Pendowo, Desa Keritang Hulu, Kecamatan Kemuning Kabupaten Inhil, Riau,” tutur Junaidy. (adv)





