Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) meminta masyarakat untuk tidak menaati protokol kesehatan Covid-19 meski diketahui vaksin Covid-19 telah tiba di Indonesia beberapa waktu lalu.
Protokol kesehatan jangan sampai kendur. Jangan sampai informasi kedatangan vaksin tersebut membuat masyarakat mengendurkan protokol kesehatan. Hal ini agar pengendalian COVID-19 di Indonesia bisa terlaksana dengan baik, “imbau Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Inhil, Trio Beni Putra, Sabtu (19/12/2020) melalui keterangan tertulis.
Indonesia telah mendatangkan 1,2 juta dosis vaksin dari Cina. Vaksin COVID-19 ini bernama Sinovac.
Vaksin Sinovac disebut sebagai harapan baru penanganan virus yang berbahaya di Tanah Air. Meski begitu, datangnya vaksin COVID-19 tak serta merta membuat pandemi berakhir.
“Jangan sampai kendurnya penerapan protokol kesehatan ini menyebabkan perubahan jumlah kasus. Vaksin memang sangat bermanfaat sebagai perlindungan spesifik, tetapi, ingat, vaksin bukan satu-satunya cara pencegahan,” pungkas Trio.
Efektivitas vaksin akan lebih sempurna jika tetap menerapkan protokol kesehatan. Pasalnya, uji klinis vaksin dari China tersebut masih belum rampung dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) membutuhkan waktu untuk mendapatkan izin edar vaksin tersebut.
“Alhasil, masyarakat mengurus untuk tidak boleh kendur mematuhi protokol kesehatan demi pencegahan COVID-19. Hal ini dilakukan untuk minta kita semua,” tukas Trio.





