Infoinhil.com – Tembilahan Hulu, Saat azan Magrib berkumandang, anak-anak bergegas mengambil wudu dan memenuhi saf di Pondok Al-Insyirah Polsek Tembilahan Hulu, Polres Indragiri Hilir, Sabtu (12/9/2026) malam.
Di tengah kesibukan menjalankan tugas menjaga keamanan masyarakat, jajaran Polsek Tembilahan Hulu meluangkan waktu untuk menanamkan nilai keimanan kepada generasi muda melalui salat Magrib berjemaah dan kegiatan Magrib Mengaji.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 18.30 WIB tersebut dihadiri Kapolsek Tembilahan Hulu IPTU Andrianto, S.H., M.H., Ketua Bhayangkari Ranting Tembilahan Hulu Ny. Sun Narti Andrianto, serta anak-anak Pondok Al-Insyirah.
Usai menunaikan salat Magrib berjemaah, suasana pondok dipenuhi lantunan ayat suci Al-Qur’an. Anak-anak duduk bersama dan mengaji dalam suasana sederhana yang penuh kekeluargaan serta kebersamaan.
Kapolsek Tembilahan Hulu IPTU Andrianto mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membiasakan anak-anak menunaikan salat secara berjemaah serta menumbuhkan semangat beribadah sejak usia dini.
Magrib Mengaji juga diharapkan dapat menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, khususnya di kalangan anak-anak dan remaja di wilayah Kecamatan Tembilahan Hulu.
Selain memperkuat nilai keagamaan, anak-anak turut diajarkan mencintai lingkungan sejak dini dengan menjaga kebersihan, merawat tumbuhan, tidak membuang sampah sembarangan, serta tidak melakukan tindakan yang dapat merusak alam.
Dalam kesempatan itu, jajaran Polsek Tembilahan Hulu juga mengenalkan program Green Policing yang digagas Kapolda Riau Irjen Pol Dr. Herry Heryawan. Program tersebut membawa semangat kepolisian yang tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga mengajak seluruh elemen untuk peduli terhadap kelestarian lingkungan.
Melalui pengenalan Green Policing, anak-anak diharapkan memahami bahwa menjaga alam juga merupakan bagian dari rasa syukur kepada Allah SWT. Lingkungan yang bersih, hutan yang terpelihara, serta udara dan air yang sehat merupakan titipan yang harus dijaga untuk kehidupan generasi mendatang.
“Menanamkan kecintaan terhadap lingkungan harus dimulai sejak usia dini. Anak-anak perlu dibiasakan menjaga kebersihan dan merawat alam karena lingkungan yang sehat merupakan bagian penting dari masa depan mereka,” ujar IPTU Andrianto.
Melalui kegiatan tersebut, anak-anak diharapkan semakin terbiasa mengisi waktu dengan aktivitas keagamaan yang bermanfaat sekaligus menjauhkan diri dari pergaulan maupun kegiatan yang dapat merusak masa depan mereka.
Di tengah derasnya perkembangan zaman dan pengaruh teknologi, pendidikan agama dinilai menjadi benteng penting dalam membentuk karakter generasi muda. Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi juga menjadi cahaya dan pedoman dalam menjalani kehidupan, termasuk mengajarkan manusia agar tidak berbuat kerusakan di muka bumi.
Kebersamaan antara kepolisian, Bhayangkari, dan anak-anak tersebut sekaligus mempererat hubungan silaturahmi. Kehadiran polisi diharapkan tidak hanya dirasakan dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam membina kehidupan sosial, keagamaan, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Kegiatan ini turut menjadi bentuk dukungan terhadap program pemerintah dan lembaga keagamaan dalam melahirkan generasi muda yang religius, berilmu, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian alam.
Salat Magrib berjemaah dan Magrib Mengaji berakhir sekitar pukul 19.00 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Dari Pondok Al-Insyirah, ayat-ayat suci itu dilantunkan. Sebuah ikhtiar sederhana tengah ditanamkan dengan penuh harapan: semoga setiap huruf yang dibaca menjadi cahaya bagi langkah anak-anak menuju masa depan yang diridai Allah SWT, sekaligus melahirkan generasi yang mencintai agama, sesama, dan alam tempat mereka menjalani kehidupan.





