Infoinhil.com – Tembilahan, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Pemkab Inhil) terus memperkuat sinergi lintas sektor dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan Parit 18, Kelurahan Sungai Beringin, Kecamatan Tembilahan.
Upaya tersebut turut mendapat dukungan dari PT PLN Nusantara Power Services PLTU Tembilahan. Perusahaan menerjunkan tim serta satu unit mobil pemadam kebakaran untuk membantu operasi pemadaman di lapangan.
Dukungan PLTU Tembilahan telah berlangsung sejak Jumat (28/8/2026), dilanjutkan Sabtu (29/8/2026), dan direncanakan kembali berlanjut pada Minggu (30/8/2026). PLTU berkomitmen terus membantu Pemkab Inhil hingga api benar-benar padam dan situasi dinyatakan kondusif.
Wakil Bupati Indragiri Hilir Yuliantini, S.Sos., M.Si., mengatakan penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama seluruh unsur. Pemerintah daerah, menurutnya, tidak dapat bekerja sendiri menghadapi kebakaran yang membutuhkan pengerahan personel dan sarana secara terpadu.
“Kita membutuhkan sinergi dan kepedulian semua pihak. Pemerintah daerah, TNI-Polri, instansi terkait, perusahaan hingga masyarakat harus bergerak bersama agar kebakaran ini dapat segera kita kendalikan,” kata Yuliantini.
Yuliantini mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak yang telah turun membantu tim gabungan, termasuk dukungan PLTU Tembilahan melalui pengerahan personel dan armada pemadam.
“Kami mengapresiasi dukungan PLTU Tembilahan yang ikut menerjunkan tim dan mobil pemadam. Dalam kondisi seperti ini, setiap dukungan sangat berarti bagi tim yang sedang bekerja di lapangan. Yang terpenting sekarang bagaimana kita bersama-sama mencegah api meluas, terutama menuju permukiman masyarakat,” ujarnya.
Ia juga meminta seluruh unsur yang terlibat terus memperkuat koordinasi serta mengutamakan keselamatan personel selama proses pemadaman dan pendinginan berlangsung.
Sementara itu, Manager PLTU Tembilahan Agus Putranto menyatakan pihaknya siap terus bersinergi dengan Pemkab Inhil dan seluruh unsur tim gabungan dalam membantu penanganan karhutla Sungai Beringin.
“PLTU Tembilahan siap bersinergi dan mendukung pemerintah daerah dalam penanganan karhutla. Kami telah menerjunkan tim serta satu unit mobil pemadam kebakaran untuk membantu rekan-rekan yang bekerja di lapangan,” kata Agus.
Menurut Agus, keterlibatan PLTU merupakan bagian dari kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam menghadapi kebakaran yang terjadi di wilayah Tembilahan.
“Karhutla merupakan persoalan bersama. Karena itu, ketika dibutuhkan, tentu kami berupaya memberikan dukungan sesuai kemampuan dan sarana yang kami miliki. Harapan kita sama, api dapat segera dikendalikan dan masyarakat tetap terlindungi,” ujarnya.
Agus menegaskan, dukungan tersebut tidak hanya dilakukan dalam satu hari. PLTU Tembilahan berkomitmen melanjutkan bantuan hingga kondisi di lapangan benar-benar terkendali.
“Kami membantu operasi pemadaman mulai Jumat, Sabtu dan dilanjutkan pada Minggu. PLTU Tembilahan berkomitmen untuk terus membantu Pemkab Inhil sampai api padam dan situasi kondusif, sehingga bencana karhutla ini dapat tertangani dengan baik,” tegasnya.
Dukungan PLTU Tembilahan menambah kekuatan personel dan sarana dalam operasi gabungan yang melibatkan Pemkab Inhil bersama TNI, Polri, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Dinas Pertanian, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta unsur masyarakat.
Sinergi lintas sektor dinilai penting mengingat penanganan karhutla Sungai Beringin menghadapi sejumlah kendala, terutama keterbatasan sumber air dan sulitnya akses menuju sejumlah titik kebakaran.
Kebakaran diketahui terdeteksi sejak Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Berdasarkan laporan penanganan pada Jumat (28/8/2026), luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare.
Tim gabungan terus melakukan pemadaman, pendinginan, dan isolasi kawasan guna mencegah api merambat lebih luas, terutama ke arah permukiman warga.
Salah satu tantangan terbesar dalam operasi pemadaman adalah sulitnya mendapatkan sumber air di sekitar titik kebakaran. Kondisi tersebut membuat distribusi air untuk mendukung operasional pompa membutuhkan upaya ekstra.
Untuk mengatasi persoalan itu, Dinas Pertanian menerjunkan satu unit ekskavator guna menggali embung yang dimanfaatkan sebagai sumber sekaligus tempat penampungan air darurat di sekitar lokasi.
BPBD Inhil juga menyiapkan embung portabel sedekat mungkin dengan titik api. Sementara armada tangki Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Inhil menyuplai air ke tempat penampungan tersebut guna mendukung operasi pemadaman.
Selain keterbatasan air, akses menuju sejumlah titik kebakaran juga sulit dilalui. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi mobilisasi personel maupun peralatan menuju lokasi.
Di tengah berbagai kendala itu, keterlibatan PLTU Tembilahan melalui pengerahan personel dan satu unit mobil pemadam kebakaran menjadi tambahan kekuatan dalam mendukung operasi pemadaman dari darat.
Tim gabungan terus berupaya mengendalikan kebakaran sekaligus memantau pergerakan titik api dan arah angin. Pemadaman dan pendinginan dilakukan secara berkelanjutan untuk mencegah titik api kembali muncul maupun menjalar ke kawasan lainnya.
Sinergi Pemkab Inhil, TNI-Polri, instansi terkait, dunia usaha termasuk PLTU Tembilahan, serta masyarakat diharapkan mampu mempercepat pengendalian karhutla Sungai Beringin sekaligus melindungi kawasan permukiman.
Masyarakat di sekitar lokasi kebakaran juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak asap. Warga yang beraktivitas di luar rumah diimbau menggunakan masker dan segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami batuk, mata perih, sesak napas, atau gejala gangguan pernapasan lainnya.
Penanganan karhutla Sungai Beringin akan terus diperkuat hingga api benar-benar padam dan kondisi di lapangan kembali kondusif.





