Scroll untuk baca artikel
Berita

Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II di Batang Tuaka Capai 40 Persen

×

Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II di Batang Tuaka Capai 40 Persen

Sebarkan artikel ini

Infoinhil.com – Indragiri Hilir, Upaya meningkatkan akses transportasi masyarakat terus dilakukan jajaran Polres Indragiri Hilir melalui program pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II Gelombang 3. Pada Rabu (20/5/2026) sekira pukul 07.00 WIB, kegiatan pembangunan dan renovasi jembatan kembali dilaksanakan di Dusun Panglima, Desa Kuala Sebatu, Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolsek Batang Tuaka IPTU Andrianto, S.H., M.H., bersama personel Polsek Batang Tuaka, personel Satbrimob Polda Riau, para pekerja bangunan, serta masyarakat setempat yang turut bergotong royong mendukung proses pembangunan.

Adapun personel Polsek Batang Tuaka yang terlibat yakni IPDA Herimon, AIPTU L. Manulang, AIPTU Romi Martha, AIPDA Marhadi Kusuma, dan AIPDA Bayu H.S. Sementara dari Satbrimob Polda Riau dipimpin IPDA Zus Hendryck Marga Saputra, S.H., bersama empat personel lainnya.

Pembangunan jembatan dilaksanakan di Parit Panglima RT 026 RW 008 Dusun Panglima Desa Kuala Sebatu. Jembatan tersebut memiliki ukuran panjang 168 meter dan lebar 2 meter yang nantinya diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat serta mendukung aktivitas ekonomi warga.

Dalam pengerjaan hari ini, tim fokus pada penyusunan tapak atau lantai cor, pengecoran pondasi tiang dan balok air, serta pembuatan jerambah. Hingga saat ini progres pembangunan telah mencapai 40 persen.

Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora S.H, S.I.K melalui Kapolsek Batang Tuaka IPTU Andrianto menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kebutuhan infrastruktur masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan yang membutuhkan akses penghubung yang layak dan aman.

Selain mempercepat akses transportasi warga, pembangunan ini juga menjadi wujud nyata sinergi antara Polri, Brimob, pekerja, dan masyarakat dalam membangun daerah secara bersama-sama melalui semangat gotong royong.

Selama kegiatan berlangsung situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif, serta tidak ditemukan kendala dalam proses pengerjaan pembangunan jembatan tersebut.