Infoinhil.com – Tembilahan, Bupati Indragiri Hilir H. Herman memimpin Rapat Koordinasi dan Evaluasi Lintas Sektor Percepatan Penurunan Stunting yang digelar di Aula Kantor Bappeda Kabupaten Indragiri Hilir, Tembilahan, Selasa (16/12/2025).
Rapat tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Indragiri Hilir Katerina Susanti Herman, unsur perangkat daerah, serta tim terkait dalam upaya percepatan penurunan stunting di daerah.
Dalam arahannya, Bupati Herman menegaskan bahwa stunting merupakan persoalan serius yang berdampak langsung terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan.
“Stunting tidak hanya menghambat pertumbuhan fisik anak, tetapi juga memengaruhi perkembangan otak dan kemampuan belajar, sehingga harus ditangani secara terpadu dan berkelanjutan,” ujar Bupati Herman.
Berdasarkan laporan Tim Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (PPPS), hingga akhir tahun 2024 jumlah kasus stunting di Kabupaten Indragiri Hilir tercatat sebanyak 625 anak.
Namun, hasil penimbangan serentak pada Agustus 2025 menunjukkan peningkatan signifikan menjadi 853 anak.
Lonjakan kasus tertinggi tercatat terjadi di Kecamatan Batang Tuaka, Mandah, dan Kateman.
“Kondisi ini menjadi peringatan bagi kita semua untuk memperkuat langkah penanganan stunting,” tambahnya.
Sebagai langkah percepatan, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir menjalankan dua program utama dalam penanganan stunting.
Program tersebut yakni Gerakan Kasih Terdahsat melalui Gerakan Indragiri Hilir Atasi Stunting (GINTAS) dengan sedekah dua butir telur setiap hari Jumat.
Selain itu, Pemkab Inhil juga memperkuat program Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting (BAAS) yang melibatkan pejabat daerah serta pihak swasta.
“Program ini membutuhkan dukungan dan kepedulian bersama agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh anak-anak kita,” ujarnya.
Bupati Herman juga menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk memperkuat intervensi stunting secara terintegrasi.
Ia menekankan pentingnya keakuratan data di lapangan, prioritas penyediaan air bersih dan sanitasi layak, serta peningkatan peran masyarakat dalam membawa balita ke posyandu secara rutin.
“Penanganan stunting adalah tanggung jawab bersama, mulai dari keluarga hingga pemerintah daerah,” tutup Bupati Herman.





