Scroll untuk baca artikel
Berita

Inflasi Inhil Tembus 6,14%! Rapat Darurat Digelar Pemerintah

×

Inflasi Inhil Tembus 6,14%! Rapat Darurat Digelar Pemerintah

Sebarkan artikel ini

Infoinhil.com – Inhil, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir menghadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2025 yang dipimpin Wakil Menteri Dalam Negeri III.

Acara berlangsung secara virtual di e-Bilik Diskominfopers Tembilahan, Senin (24/11/2025), dan diikuti Asisten II Setda Inhil, H. Dwi Budianto, mewakili Bupati Indragiri Hilir, H. Herman.

Rakor ini dirangkaikan dengan evaluasi Program Nasional 3 Juta Rumah yang menjadi agenda pemerintah pusat untuk memperkuat ketahanan ekonomi dan menjaga stabilitas harga di daerah.

Dalam paparannya, Wamendagri III menyampaikan perkembangan terbaru inflasi nasional tahun 2025. Provinsi Riau tercatat sebagai provinsi dengan inflasi year-on-year tertinggi kedua di Indonesia, mencapai 4,95%, berada tepat di bawah Sumatera Utara.

Pada tingkat kabupaten, Indragiri Hilir/Tembilahan masuk daftar 10 besar kabupaten dengan inflasi tertinggi secara nasional. Inhil menempati posisi ke-5 dengan inflasi 6,14% (y-o-y), sehingga menjadi perhatian khusus Kemendagri untuk penanganan lebih intensif.

Sementara itu, untuk kategori kota, Pekanbaru berada pada peringkat ke-4 dengan inflasi 5,01% (y-o-y). Kondisi ini memberi pengaruh terhadap pola harga di wilayah Riau, termasuk Kabupaten Indragiri Hilir.

Wamendagri III juga menyoroti komoditas emas sebagai salah satu pemicu inflasi. Total penjualan emas pada Januari–September 2025 mencapai 34.164 kilogram. Inflasi emas perhiasan pada Oktober 2025 tercatat sebesar 52,76%, dengan andil terhadap inflasi nasional mencapai 0,68%.

Pergerakan harga emas sebagai safe haven menunjukkan tingginya minat masyarakat, namun turut memberi tekanan tambahan terhadap inflasi.

Komoditas bawang merah menjadi perhatian lain karena mengalami kenaikan harga di 196 kabupaten/kota pada minggu ketiga November 2025. Rata-rata harga nasional berada di angka Rp 40.267 per kilogram, sedikit di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP) Rp 41.500/kg.

Komoditas cabai merah, cabai rawit, dan beras juga tercatat turut memberi andil pada inflasi. Di Kabupaten Kerinci pada Agustus 2025, ketiga komoditas tersebut dominan menjadi pendorong kenaikan harga.

Secara nasional, kelompok volatile food pada Juni 2025 mengalami inflasi sebesar 0,77% (mt-m), terutama disumbang oleh beras, cabai rawit, dan bawang merah.