infoinhil.com – Jakarta, Dalam upaya meningkatkan rasa aman, nyaman, dan tertib di kawasan wisata bersejarah Kota Tua Jakarta, Polda Metro Jaya secara resmi memulai sosialisasi program inovatif berbasis partisipasi publik bertajuk “Lapor Aman Kota Tua”, Minggu (5/10/2025).
Program ini dirancang untuk mempermudah masyarakat, wisatawan, pelaku usaha, dan warga sekitar dalam melaporkan berbagai kendala secara cepat dan efisien.
Inisiatif tersebut merupakan bagian dari Proyek Perubahan SIGRAVINAS yang digagas oleh AKBP Rusmiati Wahyu Lestari, Pengembang Teknologi Kepolisian Muda Tingkat I Bidang TIK Polda Metro Jaya.
Sosialisasi dilakukan di area pintu masuk Pecinan Lorong Rupa untuk memperkenalkan mekanisme pelaporan baru yang terintegrasi langsung dengan tim keamanan dan ketertiban kawasan.
Melalui platform digital yang mudah diakses, masyarakat kini dapat menjadi “mata dan telinga” pengelola dalam menjaga ketertiban serta kenyamanan kawasan warisan budaya tersebut.
Kolaborasi Masyarakat dan Kepolisian
AKBP Rusmiati Wahyu Lestari menegaskan, partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga wajah Kota Tua.
“Kota Tua bukan hanya milik pemerintah, tetapi milik kita semua. Program ‘Lapor Aman’ ini adalah jembatan kolaborasi antara kami sebagai pengelola dengan jutaan pasang mata yang setiap hari beraktivitas di sini,” ujar AKBP Rusmiati Wahyu Lestari.
Ia menambahkan, setiap laporan sekecil apa pun sangat berharga untuk menjaga keamanan dan kenyamanan kawasan wisata tersebut.
“Setiap laporan, sekecil apa pun, sangat berharga bagi kami untuk merespons dengan cepat, baik terkait kebersihan, kerusakan fasilitas, gangguan ketertiban umum, hingga potensi tindak kejahatan,” imbuhnya.
Mekanisme Program Lapor Aman Kota Tua
Program ini memberikan tiga jalur utama bagi masyarakat untuk menyampaikan laporan:
- Nomor WhatsApp Resmi:
Masyarakat dapat mengirimkan laporan melalui WhatsApp di 0813-1032-385 dengan menyertakan teks, foto, atau video singkat. - Pindai Kode QR:
Kode QR akan tersedia di berbagai titik strategis di kawasan Kota Tua, seperti depan museum, halte, dan pusat informasi. Kode tersebut mengarahkan pengguna ke formulir pelaporan online. - Pos Lapor Aman Kota Tua (On the Spot):
Sebuah pos komando juga telah dibuka di depan pintu masuk Pecinan/Lorong Seni Rupa. Pos ini menerima laporan langsung dari masyarakat.
Semua laporan akan diterima oleh command center yang siaga selama jam operasional kawasan. Tim patroli terdekat akan segera dikerahkan untuk melakukan verifikasi dan penanganan di lokasi.
Pelapor juga akan mendapat notifikasi tindak lanjut atas laporan yang telah dikirim.
Edukasi Langsung ke Masyarakat
Selama masa sosialisasi, tim Polda Metro Jaya akan berkeliling membagikan brosur, memasang poster, dan memberikan edukasi langsung kepada pengunjung serta pelaku usaha tentang cara menggunakan platform “Lapor Aman Kota Tua”.
“Kami mengajak seluruh pengunjung, komunitas, pedagang, dan warga untuk tidak ragu melapor. Jika Anda melihat sampah menumpuk, lampu taman padam, atau aktivitas mencurigakan, segera gunakan kanal ‘Lapor Aman Kota Tua’,” kata AKBP Rusmiati Wahyu Lestari.
Ia menegaskan, kolaborasi masyarakat sangat penting untuk mewujudkan Kota Tua sebagai kawasan wisata berkelas dunia.
“Bersama, kita wujudkan Kawasan Kota Tua yang berkelas dunia, aman, dan membanggakan,” tutupnya.
Respons Positif dari Wisatawan
Program ini mendapat sambutan positif dari para pengunjung. Salah satunya, Riska, wisatawan asal Bandung yang tengah berlibur bersama keluarganya, mengaku terbantu dengan adanya sistem pelaporan ini.
“Sebagai wisatawan, keamanan dan kenyamanan itu nomor satu. Dulu kalau melihat ada yang kurang pas, kami bingung harus lapor ke siapa,” ujar Riska.
“Dengan adanya program ‘Lapor Aman’ lewat WhatsApp ini, rasanya praktis sekali. Cukup foto dan kirim, kami merasa lebih tenang dan ikut punya andil menjaga tempat ini. Inisiatifnya bagus,” sambungnya.
Harapan Keberlanjutan
AKBP Rusmiati Wahyu Lestari berharap, program “Lapor Aman Kota Tua” tidak berhenti di tahap sosialisasi, tetapi menjadi sistem yang berkelanjutan.
“Harapan kami, program ini tidak hanya berhenti sebagai proyek, tetapi menjadi sistem berkelanjutan yang dirasakan manfaatnya oleh semua pihak,” ujarnya.
“Keberhasilan SIGRAVINAS diukur dari seberapa besar partisipasi publik dan seberapa cepat kami meresponsnya,” pungkasnya.
Program “Lapor Aman Kota Tua” diharapkan menjadi solusi konkret dalam memperkuat penanganan masalah di lapangan secara responsif, sekaligus menumbuhkan budaya peduli keamanan dan lingkungan di kalangan masyarakat serta wisatawan.





