Infoinhil.com – Inhil, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengikuti Rapat Koordinasi (Rakoor) Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2025 yang digelar secara virtual, Selasa (19/8/2025).
Bupati Inhil Herman diwakili oleh Asisten II Setda Inhil, Junaidy Ismail, bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Inhil. Rakoor berlangsung di Ruang Vidcon Diskominfo-Pers Kabupaten Inhil.
Rakoor ini dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Tomsi Tohir, serta menghadirkan pemaparan dari Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, Ateng Hartono.
Kegiatan tersebut juga diikuti oleh pejabat tinggi kementerian/lembaga, gubernur, bupati, dan wali kota se-Indonesia.
Dalam paparannya, BPS menyampaikan perkembangan inflasi bulanan (month-to-month) periode Januari hingga Juli 2025.
Januari: -0,76% (deflasi)
Februari: -0,48% (deflasi)
Maret: 1,65% (inflasi)
April: 1,17% (inflasi)
Mei: -0,37% (deflasi)
Juni: 0,19% (inflasi)
Juli: 0,30% (inflasi)
Adapun komoditas yang paling sering memberi andil inflasi adalah beras, tomat, bawang merah, dan cabai rawit.
Sementara itu, komoditas penyumbang deflasi terbesar yaitu cabai merah, bawang putih, serta tarif listrik.
Melalui forum ini, pemerintah pusat menekankan pentingnya menjaga empat aspek pengendalian inflasi, yakni ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, keterjangkauan harga, serta komunikasi efektif dengan masyarakat.
Partisipasi Kabupaten Inhil dalam Rakoor ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk terus mengawal langkah-langkah strategis menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat, sehingga perekonomian daerah tetap terjaga.





