Infoinhil.com – Inhil, Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda wilayah Kabupaten Indragiri Hilir. Kali ini, titik api muncul di Desa Bayas Jaya, Kecamatan Kempas, dan menghanguskan sekitar 10 hektare lahan.
Peristiwa ini sudah berlangsung selama beberapa hari terakhir dan memicu respons cepat dari pemerintah daerah.
Bupati Indragiri Hilir, H. Herman, langsung menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Inhil untuk segera bertindak.
“Atas perintah langsung dari Bupati, kami bergerak cepat dan turun ke lokasi bersama tim. Beliau menekankan pentingnya kehadiran pemerintah dalam penanganan bencana secara langsung di lapangan, untuk memberi rasa aman kepada masyarakat dan mencegah karhutla meluas,” ujar Kalaksa BPBD Inhil, R. Arliansyah, di lokasi kejadian.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Inhil diterjunkan ke lapangan. Pemadaman dipimpin langsung oleh Komandan Tim Kusno.
Mereka mendapat dukungan dari TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan warga sekitar.
Sebanyak 8 personel BPBD Inhil dikerahkan dalam operasi ini. Mereka dibekali dua unit mesin pompa (ministriker dan sibaura), 25 roll selang, serta kendaraan operasional berupa empat motor trail dan satu unit mobil pikap.
Titik api berada di kawasan perbatasan lahan milik PT. ASI. Lokasi cukup sulit dijangkau, dengan jarak tempuh sekitar dua jam dari pusat Kecamatan.
“Sumber air berada sekitar 30 meter dari titik api. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi tim pemadam,” jelas Arliansyah.
Ia menambahkan bahwa hingga kini proses pendinginan masih terus dilakukan guna memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul.
“Kami sudah enam hari berturut-turut berjibaku di lapangan. Kami mohon kerja sama masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar,” imbaunya.
Langkah cepat ini menunjukkan komitmen Pemkab Inhil dalam menghadapi musim kemarau dan mencegah meluasnya karhutla.
Pemantauan dan patroli rutin juga terus dilakukan sebagai bentuk deteksi dini terhadap potensi kebakaran di wilayah rawan.





