Scroll untuk baca artikel
Berita

Penarikan Meja dan Kursi di SD Tagaraja Hebohkan Sungai Guntung, Dinas Pendidikan Berikan Penjelasan

×

Penarikan Meja dan Kursi di SD Tagaraja Hebohkan Sungai Guntung, Dinas Pendidikan Berikan Penjelasan

Sebarkan artikel ini

Infoinhil.com – Sungai Guntung, Beberapa waktu yang lalu, Sungai Guntung dihebohkan oleh penarikan meja dan kursi di SD 021 Tagaraja. Insiden ini mengganggu proses belajar mengajar, membuat siswa harus belajar tanpa fasilitas yang memadai setelah peralatan tersebut ditarik oleh pihak penyedia. Berikut kronologi kejadian yang menjadi sorotan publik.

Pada tahun 2019, melalui aspirasi mantan anggota DPRD Inhil, Surya Lesmana, dilakukan pengadaan peralatan sekolah berupa meja, kursi, papan tulis, dan lemari untuk lima sekolah di Kecamatan Kateman. Namun, saat barang tiba, tim pemeriksa menemukan bahwa peralatan tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah disepakati. Akibatnya, Pemda Inhil menahan pembayaran proyek tersebut.

Meskipun pihak penyedia telah melakukan beberapa perbaikan, sebagian barang masih belum memenuhi standar yang diharapkan. Setelah hampir lima tahun tanpa pelunasan dari Pemda, pihak penyedia memutuskan untuk menarik kembali peralatan dari sekolah, termasuk di SD 021 Tagaraja.

Kabid Bidang SD Kabupaten Indragiri Hilir, H. Fauzan Amrullah, SE. M.Si, memberikan penjelasan terkait kejadian ini. “Dinas Pendidikan tidak memiliki dasar hukum untuk mencegah penarikan ini, karena peralatan tersebut belum dibayar dan masih menjadi hak penyedia,” ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, Dinas Pendidikan telah mulai mendistribusikan peralatan baru ke beberapa sekolah yang terdampak. SDN 021 Tagaraja sudah menerima mobilier baru pada tahun 2024. Fauzan menambahkan bahwa sekolah-sekolah yang belum mendapatkan peralatan baru akan diprioritaskan dalam pengadaan tahun 2025. Untuk sementara, peralatan dari sekolah lain yang sudah mendapatkan pengadaan baru akan dipinjamkan guna memastikan kegiatan belajar mengajar tidak terganggu.

Dinas Pendidikan berharap dengan adanya klarifikasi ini, masalah dapat segera diselesaikan dan proses pendidikan di Sungai Guntung dapat kembali berjalan normal tanpa hambatan.