Berita

Seorang Anak di Kateman Inhil Digigit Anjing

×

Seorang Anak di Kateman Inhil Digigit Anjing

Sebarkan artikel ini
Photo: Ilustrasi

Infoinhil.com – Inhil, Ditengah maraknya isu penyakit rabies, kembali seorang anak di Kelurahan Tagaraja, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau digigit oleh anjing.

Anak tersebut berinisial S, Ia berangkat dari rumah ke sekolah hendak latihan menari, namun saat tiba di depan sekolahnya S dikejar dan di keroyok oleh kawanan anjing hingga mengalami luka gigitan dan cakaran di sekujur tubuh.

S dapat kabur setelah melompat pagar sekolah dan merangkak minta tolong. Beberapa warga langsung membawa S ke Puskesmas terdekat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil, Rahmi membenarkan peristiwa itu.

“Iya benar, anak tersebut juga sudah ditangani, diobservasi dan diberi Vaksin Anti Rabies (VAR),” jelasnya.

Saat ini anak tersebut telah pulang ke rumahnya.

Berdasarkan laporan yang diterima Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Riau, setidaknya ada lima orang yang digigit oleh anjing rabies tersebut.

Empat orang berhasil diselamatkan karena mereka melapor ke tempat pelayanan kesehatan terdekat.

Keempat warga yang digigit anjing rabies tersebut kemudian diberikan Vaksin Anti Rabies (VAR). Sedangkan yang satu orang lagi, warga Kempas tidak ada melapor hingga korban meninggal dunia.

“Bercermin dari kasus di Indragiri Hilir, Kempas Jaya, dari 5 orang yang tergigit, hanya 4 yang melapor dan dilakukan tindakan pemberian VAR. Sedangkan 1 orang tidak melapor, dan tidak mendapatkan VAR, sehingga berakibat fatal,” kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas PKH Riau, drh Faralinda Sari, Sabtu (22/7/2023).

Fara menngimbau kepada seluruh masyarakat, jika ada yang merasa pernah digiti anjing maupun hewan peliharaan yang terkena rabies, maka segera lah melapor ke petugas agar bisa dilakukan penanganan medis. Sehingga korban bia diselamatkan.

“Ketika terjadi kasus gigitan hewan rabies, segera melapor ke dinas yang melaksanakan fungsi Peternakan dan Kesehatan Hewan. Seperti Unit Pusat Kesehatan Masyarakat Kesehatan Hewan (Puskeswan) atau bisa juga melapor ke Dinas Kesehatan melalui Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) terdekat. Sehingga korban dapat diberikan arahan apa yang harus dilakukan dengan si hewan yang menggigit dan pemberian VAR kepada korban yang digigit,” ujarnya.

Fara menjelaskan, korban yang digigit anjing atau hewan peliharaan yang terkena rabies dampaknya tidak langsung terlihat saat itu juga. Dampaknya mungkin tidak saat itu juga terjadi, tapi bisa berbulan-bulan sesudah gigit.

“Ketika virus Lyssa sudah sampai ke otak, dan korban yang digigit tidak mendapatkan VAR menunjukkan gejala, dan ketika itu terjadi, bisa berujung kepada kematian,” sebutnya.

Dengan merebak penyakit rabies yang terjadi pada hewan terutama pada anjing, pihanya mengimbau kepada masyarakat, khusunya yang memiliki hewan peliharaan seperti anjing dan kucing diminta agar berhati-hati.