oleh

Hadirkan narasumber yang Sudah Kompeten, Bawaslu Inhil Gelar Diskusi Publik

Infoinhil.com – Badan pengawasan pemilihan umum (Bawaslu) kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengelar Acara Diskusi publik dengan menghadirkan narasumber yang sudah berkompeten dalam penegakan hukum pemilu.

Untuk mengahadapi pemilu 2024 Bawaslu Inhil mengelar Diskusi publik dengan tema “Problematika penegakan hukum Pemilu” bertempat di Halaman Kantor Bawaslu kabupaten Indragiri Hilir jalan Bahruddin Yusuf kelurahan Tembilahan kota, kecamatan Tembilahan, Rabu malam (30/3/2022).

Dengan Narasumber ketua KPU Inhil H Hardian Asmi, SH., MH, Dekan fakultas hukum Unisi Dr Fitri Wahyuni, SH., MH, Politisi Inhil H. Agus Salim, SE., MM, Ketu DPC Pradi Sai Indragiri Raya Dr. Wandi, SH., MH. Tokoh agama H Ruhiat, S.Ag., M.Pd.I. Praktisi hukum Yudhia Perdana Sikumbang, SH,. MH,. CPL. Dan sebagai Moderator anggota Bawaslu Inhil Andang Yudiantoro, SH., MH.

Saat diwawancarai awak media saat usai acara Diskusi publik. Mewakili ketua Bawaslu Inhil, Andang Yudiantoro mengatakan Bawaslu selalu melakukan inovasi berbagai kegiatan baik pendidikan tentang kepemiluan maupun mendorong masyarakat taat kepada undang-undang pemilu.

“Kita Bawaslu Inhil, selalu melakukan inovasi dengan kegiatan yang termasuk malam ini diskusi publik tentang Problematika penegakan hukum Pemilu dengan dihadirkan Narasumber dan peserta undangan yang tergolong dari keorganisasian, seperti fokus Ornop, adik-adik mahasiswa yang tergabung dari HMI, GMNI dan politisi partai politik, perwakilan partai politik,” ungkap Andang Yudiantoro.

Ia juga mengatakan. Selalu tetap pada undang-undang pemilu di mana memesan kepada semua masyarakat termasuk kepada peserta pemilu agar melakukan pelaksanaan pemilu yang luber dan jurdil bebas dari kecurangan kecurangan dan pelanggaran.

“Melalui diskusi ini saya selaku petugas Bawaslu mengharapkan kepada peserta pemilu yang akan datang, agar kedepannya bebas dari kecurangan, dan juga berharap kepada masyarakat mau melawan yang namanya money politik ( politik uang),” tandasnya.

Maka dari itu kata Andang Yudiantoro,
menggelar berbagai sosialisasi termasuk diskusi Malam hari ini. Adalah bagaimana merangkum pendapat-pendapat dari banyak hal dari elemen-elemen yang ada, agar mereka berani berbicara tentang keadaan yang sesungguhnya yang mereka alami dalam pelaksanaan pemilu yang akan datang maupun yang kemaren.

“Dengan hasil diskusi yang digelar, mampu mendapatkan hasil dan membuat kita semakin mendapatkan pencerahan oh begini lah yang namanya pemilu yang sehat tanpa ada kecurangan-kecurangan, ya kita berharap dalam pelaksanaan pemilu kedepannya mampu luber dan jurdil bebas dari kecurangan – kecurangan dan pelanggaran,” tandasnya.

Andang juga mengungkapkan, kegiatan sosialisasi dan diskusi tentang pemilu akan terus berlanjut menjelang pemilu 2024 mendatang.

“Kalau kita sering melakukan sosialisasi dan diskusi seperti yang kita baru saja lakukan, tentunya dapat mendorong masyarakat untuk bisa melakukan pengawasan kepada pemilu dan melakukan upaya-upaya partisipatif untuk melaporkan atau menyampaikan informasi terhadap pelanggaran yang mungkin mereka temukan berbagai bentuk partisipasi masyarakat dalam mengawasi pemilu pemilu luber dan jurdil yang berkualitas dan berintegritas,” ujarnya.

Sementara itu Ust. H. Suhadi, S.Ag, M.Pd.I selaku tokoh politisi merupakan mantan Ketua KPU Inhil mengatakan bahwa dengan kegiatan diskusi publik tentang Problematika penegakan hukum Pemilu, kedepannya masyarakat Inhil saat memilih tidak lagi berdasarkan tawaran dan juga pelaku politik mampu bersikap luber dan jurdil bebas dari kecurangan kecurangan dan pelanggaran.

“Mudah-mudahanlah dengan terus dilakukan sosialisasi dan Diskusi publik sehingga kedepannya memilih tidak lagi berdasarkan ada tawaran atau Politik uang Politik sarung politik  baju, tapi berangkat dari kualitas dan hati nurani yang berbicara dalam rangka untuk memilih pemimpin ke depan,” ungkap Ustad Suhaidi yang juga merupakan anggota DPRD provinsi Riau dari Fraksi Gerindra.

Kendati demikian Ustad Suhaidi mengatakan sifat amanah itu dapat ditegakkan dengan adanya yang dikeluarkan oleh kandidat itu sangat kecil mampu mencari pemimpin yang berkualitas bukan pemimpin yang dilahirkan dari uang.

“Semoga lah diskusi seperti ini tetap berlanjut karena proses pendidikan tidak langsung hasilnya kita dapatkan melalui proses berkepanjangan bahkan antargenerasi maka itu berkelanjut lah dalam proses dialog diskusi atau debat  lainnya,” tutupnya.

loading...

Komentar