oleh

Camat Gaung Yuliargo Sempatkan Kunjungi 5 Pelajar yang Mengikuti Sekolah Terbuka

Infoinhil.com – Tugas dan harapan mulia untuk mencerdaskan anak bangsa di pelosok negeri yang putus sekolah atau pendidikan lahir dari sejumlah hati nurani para tenaga pengajar (guru) asal SMA N 1 Gaung Kelurahan Kuala Lahang, diujung ‘negeri hamparan kelapa dunia’ Kabupaten Indragiri Hilir, Riau.

Siapa sangka, 5 Pelajar di Desa Pungkat tersebut sempat putus sekolah karena berbagai pertimbangan, salah satunya faktor ekonomi yang tidak cukup memadai. Namun dengan adanya semangat agar dapat pendidikan yang layak, Pengajar asal SMA N 1 Gaung berinisiatif memberikan pembelajaran yang layak secara gratis.

banner 720x90

Menyikapi hal tersebut, Camat Gaung Yuliargo saat mendampingi istrinya Asmaneyri Yuliargo selaku ketua PKK Kecamatan Gaung yang sedang melakukan kunker ke PKK Desa Pungkat, Yuliargo menyempatkan diri melihat kondisi dan bertemu langsung dengan siswa siswi sekolah terbuka Desa Pungkat.

“Untuk kondisi siswa dan siswinya kita cukup prihatin dan sedih sekali, sebab masih menumpang pada PDTA Nurul Wathan Pungkat. Namun kita yakin dengan semangat mereka untuk kembali mengenyam pendidikan perlu kita acungi jempol, dan guru yang mengajar asal SMA Negeri 1 Gaung juga sangat luar biasa dan kita apresiasi itu,” Ujar Camat Yuliargo, Sabtu (19/09/2021).

Tidak hanya di Desa Pungkat, SMA Terbuka dibawah naungan SMAN 1 Gaung juga ada di beberapa Desa lainnya, diantaranya Desa Terusan Kempas, Gembira, Lahang Hulu, Teluk Kabung,

Ditempat yang sama, Camat Gaung memberi apresiasi dan motivasi kepada 5 pelajar SMA Terbuka yang ditemuinya disela kesibukan mendampingi sang Istri dengan kegiatan kunjungan kerjanya.

“Percayalah, selagi adik-adik masih ada kemauan dan semangat untuk melanjutkan mengenyam pendidikan, insyaallah semua cita-cita akan tercapai dan sukses dimasa mendatang. Saya harap adik-adik ikuti dengan baik semua pelajaran dari guru yang mengajar dengan semangat yang hebat,” Harap Camat Gaung.

Perlu diketahui, dengan menggunakan speed boat kayu semua tenaga pengajar harus melewati jalur sungai yang jarak tempuhnya cukup jauh dari Ibu Kota Kecamatan.

loading...

Komentar