oleh

Kepsek SMAN 1 Keritang Bantah Siswanya Terpapar Covid saat PTM

Infoinhil.com – Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Keritang, Alyadi, S.Pd membantah adanya siswa di sekolah terkonfirmasi Covid-19 saat Pertemuan Tatap Muka (PTM) digelar beberapa waktu yang lalu.

Alyadi menyebutkan, pertemuan pertama merupakan agenda rapat melalui zoom dan kemudian untuk siswa ini dinyatakan terkonfirmasi Covid-19 saat masih berada di rumah.

banner 720x90

“Hari pertama itu kita masih rapat melalui zoom dan anak tersebut terkonfirmasi saat masih di rumah, bukan di sekolah. Jadi Pertemuan Tatap Muka (PTM) kita tidak ada kaitan dengan terpaparnya siswa tersebut,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui selulernya, Ahad (12/9/2021).

Alyadi menambahkan, siswa itu sudah melakukan isolasi dan pembelajaran di sekolah tetap berlanjut sesuai dengan agenda yang telah ditetapkan. “Siswa tersebut sudah isolasi dan kami lanjut pembelajaran tatap muka,” tukasnya.

Sebelumnya, diberitakan Seorang siswa di SMA Negeri 1 Keritang, Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dinyatakan positif Covid-19 saat pelaksanaan Pertemuan Tatap Muka (PTM) di sekolah.

Hal tersebut dibenarkan kepala Puskesmas Kotabaru Kecamatan Keritang, Ardianto. Ia mengatakan siswa tersebut berinisial MY (17) asal desa Kotabaru Reteh.

“Ia benar, dia (MY,) kontak erat dengan ayahnya berdasarkan hasil tracking. Jadi, satu keluarga wajib kami tracking dan siswa tersebut salah satu yang positif, namun berstatus sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG),” kata Ardianto.

Setelah MY dinyatakan positif, Ia menjelaskan tim juga langsung melakukan tracking terhadap siswa di SMA Negeri 1 Keritang tempat MY belajar.

“Karena MY sekolah di SMA 1 Keritang, maka seluruh siswa disana kami rapid test sebagai langkah tracking lanjutan dan hasilnya negatif semua, mungkin saat pelaksanaan PTM prokes nya jalan dan sesuai sehingga tidak menularkan ke siswa yang lain,” jelasnya.

Sementara itu camat Keritang, Rudy Fahmi. T saat dikonfirmasi menjelaskan, PTM di SMA Negeri 1 Keritang sudah berjalan sesuai dengan ketentuan.

“Sekolah tingkat SMA itu ada ketentuan tersendiri dalam pelaksanaan PTM nya melalui Dinas Pendidikan Riau, kalau Pemerintah Daerah Inhil (Dinas pendidikan, red) itukan PAUD, SD dan SMP,” tuturnya.

Rudy menyebutkan PTM di sekolah sudah sekitar 2 minggu yang lalu dengan penerapan prokes yang ketat.

“Ya, peserta didik SMA disini sudah melaksanakan PTM di sekolah sekitar 2 minggu yang lalu dengan penerapan prokes yang ketat, dalam 1 hari pembelajaran hanya dihadiri 50 persen dari keseluruhan peserta didik,” tukasnya.

loading...

Komentar