oleh

Ancam Kesehatan, Warga Kawasan PLTU Tembilahan Mengeluh Abu Batubara Berterbangan

banner 720x90

Infoinhil.com – Warga sekitar lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengeluhkan abu batubara yang beterbangan ke kawasan pemukiman mereka.

Warga kawatir abu batubara menyimpan potensi bahaya lingkungan dan mengancam kesehatan.


banner 970x250

“Kami ingin PLTU Tembilahan tidak lagi menebar abu batubara hitam itu. Kalau hari panas sekarang, abu kuat berterbangan bahkan mata bisa perih,”Kata A warga sekitar yang tidak ingin disebut namanya saat diwawancarai warganet.co, Selasa (17/11/2020) sore sekitar pukul 17.20 Wib.

Bahkan abu akibat pembakaran batu bara itu juga masuk kedalam rumah warga, yang bisa mengancam kesehatan.

“Kalau sudah hujan karna kami orang tidak mampu, dulu masih memakai air hujan untuk minum dan masak. Sekarang semenjak PLTU Tembilahan ini beroperasi air hujan yang ditampung melalui atap rumah tidak kuat putihnya, bahkan beberapa bulan terakhir ini air hujan akibat debu batu bara yang semakin kuat air hujan pun menghitam dan kami tidak berani gunakannya lagi,”lanjutnya.

Dia berharap pihak PLTU Tembilahan mengerti akan hal keluhan warga ini, dimana seharusnya karna menyangkut kesehatan dan dampak terhadap lingkungan pihak PLTU Tembilahan memberikan bantuan teratur kepada warga.

“Jangan hanya beri bantuan ketika ada momen saja, tapi perhatikan kami secara teratur. Seperti saat ini karna abu batu bara, seharusnya pihak PLTU Tembilahan berikan kami air bersih secara berkepanjangan untuk kebutuhan makan dan minum sampai masalah abu ini selesai,”pungkasnya.

Tidak hanya air bersih, dia inginkan nutrisi seperti vitamin juga harus teratur setiap minggunya. Karna dia menilai abu batubara ini sangat mengancam kesehatan, apalagi bagi anak-anak.

“Semoga keluhan kami ini didengar, dan pihak DPRD, Pemerintah Daerah juga datang kemari rasakan bagaimana abu batubara berterbangan apalagi saat pelepasan pembuangan uap,”ucapnya.

Akan hal itu, warganet.co mencoba menelusuri secara langsung kelokasi PLTU Tembilahan untuk memastikan kebenaran abu batubara yang berterbangan diduga mengancam kesehatan tersebut.

Pantauan dilapangan Warganet.co saat itu, benar adanya abu batubara yang berterbangan diudara bahkan membuat mata perih akibat masuknya debu batu bara kedalam mata.

Kemudian saat memarkirkan kendaraan sepeda motor, saat itu jok motor dalam keadaan bersih. Sekitar 5 menit lamanya tim warganet.co mencoba mengusap jok dengan telapak tangan, alhasil telapak tangan diselimuti dengan abu batubara berwarna kehitam-hitaman yang jatuh dari udara.

Manajer Unit PT PJB UBJOM Luar Jawa – 2 PLTU Tembilahan, Wahyono saat diwawancarai awak media Rabu (18/11/2020) malam membenarkan adanya abu batubara yang berterbangan diudara.

Bahkan dia katakan saat ini sistem pembangkit PLTU Tembilahan sedikit ada kendala, yang mengakibatkan kebocoran pada filter crobong.

“Awet tidaknya filter itu juga dipengaruhi pada material filternya itu sendiri. Jikapun ada perbaikan harus stop unit, dan jika kami harus stop unit ini kami harus ijin ke PLN, PLN juga sudah mengetahui. Kebutuhan listrik di PLN seperti apa, dari PLN sendirikan jika divisit atau kekurangan daya itu menjadi kendala,”kata Wahyono.

Dijelaskannya untuk perbaikan selanjutnya rencana di awal Desember, yang mana saat shot down bukan sertamata langsung shot down karna kalau tidak sangat urgen, tidak akan diijinkan untuk stop. Artinya divisit disini akan ada pemadaman.

“Dari segi Cerobong kita juga melakukan uji kadar. Tapi namanya peralatan ada aja gangguan gitu ya,”pungkasnya.

Dia berharap semasa cuti bersama, libur natal dan tahun baru tidak ada gangguan.

Terkait kondisi lingkungan pihak PLTU Tembilahan rutin melakukan pemantauan.

Lalu adakah air bersih yang diharapkan warga?.. Dikatakan Wahyono saat ini pihak PLTU Tembilahan sudah berupaya melakukan yang terbaik kepada warga sekitar.

“Kita juga sudah gunakan CSR seperti pengobatan gratis, tapi untuk priode ini memang karna kondisi Covid jadi terhambat semua. Saya kira terkait air bersih sedikitlah ya, artinya pencemaran itu jika kita lihat hasil analisa kita itu cenderung masih sedikitlah terhadap dampak lingkungan. Seperti bulan oktober tadi juga kita ada pemberian vitamin dan masker,”Tutup Wahyono.

loading...

Komentar