PEKANBARU – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Riau kembali mengingatkan pengurus tempat ibadah agar selalu menerapkan protokol kesehatan di masjid dan tempat ibadah lainnya.
“Saat ini kita masih dalam situasi pandemi Covid-19. Maka dari itu, masjid dan rumah ibadah lainnya hendaknya lebih disiplin dalam penerapan protokol kesehatan, sebab sudah jelas akan menghimpun banyak kerumunan,” ungkap Kasubag Kepegawaian dan Hukum Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Riau Edi Tasman.
“Setidaknya jarak minimal satu meter antar jamaah. Wajib memakai masker dan menyediakan sabun cuci tangan di tempat wudu,” ujarnya.
Ia mengkhawatirkan, jika para pengurus rumah ibadah tidak menerapkan protokol kesehatan yang ketat, maka akan berdampak fatal pada kesehatan masyarakat yang melaksanakan ibadah.
“Sebab dari itu, penerapan 3M menjadi hal paling standar di masjid dan rumah ibadah dalam upaya pencegahan penyebaran corona. Karena bisa saja para jemaah yang datang dari berbagai tempat ada yang membawa virus dan menularkan kepada jamaah lain, terlebih sekarang, kasus terkonfirmasi Covid-19 di Riau rata – rata Orang Tanpa Gejala (OTG),” jelasnya.
Di samping itu, Edi Tasman juga mengajak para mubalig, ustadz atau ustadzah untuk menyisipkan nasehat protokol kesehatan dalam dakwahnya, terlebih pada saat Maulid Nabi Muhammad SAW. Jamaah diminta terapkan 3 M, memakai masker, mencuci tangan, dan menghindari kerumunan.
“Kita mengharapkan para mubalig agar dalam menyampaikan dakwah bisa sedikit menyelipkan nasehat tentang masalah menjaga protokol kesehatan kepada masyarakat kita, karena saat ini sosialisasi itu juga sangat diperlukan untuk mengingatkan dan mengajak masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, protokol kesehatan untuk terus diperhatikan. Jika memang tidak memungkinkan dan terlalu banyak orang yang hadir dalam acara keagamaan tersebut, agar bisa dikurangi atau batasi sedikit, karena kalau tidak akan merugikan banyak orang.





