Infoinhil.com – Tembilahan, Upaya penanganan pascakebakaran di Jalan Batang Tuaka Gang Keluarga, Kelurahan Tembilahan Kota, Kecamatan Tembilahan, terus dilakukan oleh pemerintah setempat.
Pemerintah Kelurahan Tembilahan Kota bersama Baznas Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Inhil menyalurkan bantuan logistik dan dukungan pendampingan bagi keluarga terdampak.
Penyaluran bantuan dilaksanakan pada Rabu (19/11/2025) dan dipimpin langsung oleh Lurah Tembilahan Kota, Robi Mardinus, SKM. Ia didampingi Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Inhil, Ari Surya, serta Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Zakat Baznas Inhil, Subagio.
Bantuan yang diberikan meliputi uang tunai sebesar Rp3 juta dari Baznas Inhil serta paket kebutuhan dasar dari BPBD Inhil, seperti makanan siap saji, selimut, peralatan kebersihan, dan perlengkapan darurat lainnya.
Lurah Robi Mardinus mengapresiasi dukungan seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan kejadian tersebut.
“Kawasan ini termasuk padat penduduk, sehingga risiko meluasnya kebakaran sangat tinggi. Respons cepat para petugas dan warga menjadi penyelamat,” ujarnya.
Peristiwa kebakaran itu mengakibatkan satu unit rumah mengalami kerusakan parah. Penghuninya terpaksa mengungsi sementara hingga proses pemulihan selesai dilakukan. Pemerintah kelurahan juga masih melakukan pendataan lanjutan guna memastikan kebutuhan dasar korban terus terpenuhi.
Selain menyalurkan bantuan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan edukasi dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman kebakaran.
Dalam dialog bersama warga dan perangkat RT/RW, Lurah Robi mengusulkan agar BPBD Inhil menyediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di setiap RT sebagai langkah mitigasi dini.
“APAR bukan hanya peralatan, tetapi bagian dari budaya siaga bencana yang harus ditanamkan di masyarakat. Jika tersedia di tiap RT, penanganan awal bisa dilakukan lebih cepat sebelum petugas tiba,” jelasnya.
BPBD Inhil merespons positif usulan tersebut dan menyatakan kesiapan untuk melakukan peninjauan kebutuhan pengadaan APAR serta merencanakan pelatihan penggunaan bagi warga.
Kegiatan penyerahan bantuan ditutup dengan pendokumentasian resmi oleh pihak kelurahan dan BPBD sebagai bentuk transparansi dan laporan penanganan bencana.





