Scroll untuk baca artikel
Berita

Heboh Dugaan KKN di Ajang Bujang Dara Inhil, Ini Jawaban Resmi Disparporabud

×

Heboh Dugaan KKN di Ajang Bujang Dara Inhil, Ini Jawaban Resmi Disparporabud

Sebarkan artikel ini

Infoinhil.com – Inhil, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, Olahraga, dan Kebudayaan (Disparporabud) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Qudri Rama Putra, SH, MH, melalui Kepala Bidang Kebudayaan, H. Ahmadi, S.Pd, memberikan klarifikasi tegas terhadap pemberitaan miring yang dimuat oleh media KoranInvestigasi.com terkait pelaksanaan ajang Bujang Dara Inhil 2024.

Dalam pemberitaan tersebut, ajang tahunan ini dituding sarat dengan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), termasuk dugaan tidak transparannya penggunaan dana APBD dan sponsor, sistem voting berbayar, serta isu perjalanan Event Organizer (EO) ke Bali dengan dana negara.

Menanggapi tudingan tersebut, H. Ahmadi menegaskan bahwa seluruh pelaksanaan Bujang Dara Inhil 2024 dilakukan secara transparan dan sesuai regulasi.

“Kami membantah tuduhan adanya praktik KKN dalam kegiatan ini. Proses pelaksanaan sudah melalui prosedur dan pengawasan yang ketat,” tegasnya, Jumat (1/8/2025).

Ahmadi menjelaskan bahwa pendanaan kegiatan bersumber dari APBD dan dukungan sponsor yang dikelola dengan transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Setiap penggunaan dana, baik dari APBD maupun sponsor, dilaporkan secara resmi dan terbuka. Tidak benar ada indikasi ‘cari untung’ seperti yang dituduhkan,” ujarnya.

Terkait sistem voting berbayar sebesar Rp5.000 per klik, Ahmadi mengatakan hal itu merupakan bagian dari inovasi digital untuk meningkatkan partisipasi publik.

“Voting hanya bagian dari penilaian popularitas, bukan penentu akhir pemenang. Penilaian utama tetap dilakukan oleh dewan juri profesional sesuai kriteria lomba,” jelasnya.

Isu bahwa salah satu pemenang bukan warga Inhil juga dibantah. Ahmadi menegaskan bahwa peserta tersebut merupakan warga asli Inhil yang tengah menempuh pendidikan di luar daerah.

“Persyaratan keikutsertaan jelas: berdomisili atau memiliki ikatan keluarga dan budaya dengan Inhil. Kami melakukan verifikasi data secara ketat,” tambahnya.

Ia juga membantah tuduhan bahwa pihak EO melakukan perjalanan ke Bali dengan dana APBD Inhil.

“Itu tidak benar dan tidak ada kaitannya dengan program Bujang Dara. Semua kegiatan EO yang didanai APBD terikat kontrak kerja yang jelas,” tandasnya.

Ahmadi juga menyoroti sederet prestasi membanggakan yang telah ditorehkan para alumni Bujang Dara Inhil di tingkat nasional dan internasional.

Di antaranya:

Adilah Salsabila (Dara Inhil 2023), meraih 1st Runner Up Putri Pariwisata Indonesia 2023 di Jakarta.

Yolla Gustia Loemaro (Dara V Inhil 2023), juara Miss Global Asian Indonesia 2024 dan penerima penghargaan internasional di Malaysia.

Keysa Aurelia (Dara Inhil 2024), 2nd Runner Up Putri Pariwisata Indonesia 2024 di Bogor.

Alif Akbar Diesa (kategori anak), mewakili Indonesia dalam ajang Little Mister Global Asian 2024 di Kuala Lumpur.

“Dengan deretan prestasi ini, kami yakin ajang Bujang Dara telah memberi dampak positif bagi generasi muda Inhil, baik dalam pengembangan diri maupun promosi budaya lokal,” ungkapnya.

Selain itu, alumni Bujang Dara juga telah membuka kerja sama dengan desainer nasional hingga internasional, termasuk tampil di ajang bergengsi International Ipoh Fashion Week dan berbagai event mode di Malaysia.

Sebagai penutup, Ahmadi menyatakan bahwa Disparporabud Inhil terbuka terhadap kritik membangun dan siap dievaluasi oleh instansi pengawas. Namun, ia mengimbau agar media tetap menjunjung tinggi etika jurnalistik.

“Kami siap dikritik dan memberikan klarifikasi langsung. Tapi jangan sampai prestasi anak-anak Inhil yang telah mengharumkan nama daerah justru dikaburkan oleh tuduhan yang belum tentu benar,” tutupnya.