oleh

Tingkatkan Gairah Pariwisata, Disparporabud Inhil Terapkan Program CHSE

banner 720x90

Infoinhil.com – Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga dan Kebudayaan (Disparporabud) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) siap untuk menerapkan program sertifikasi CHSE (cleanliness, health, safety dan environment sustainability).
Progam CHSE merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata di kabupaten Inhil yang terpuruk akibat corona.

Meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (luar negeri), wisatawan nusantara (domestik) dan lokal akan menjadi fokus Disparporabud inhil sehingga sektor tersebut bisa mendapat harapan baru untuk pulih dan kembali bergerak.

banner 300x250

Seperti diketahui, pandemi selama kurun waktu tahun 2020 sangat berdampak terhadap kunjungan wisatawaan yang mengalami penurunan yang sangat drastis karna terbatasnya ruang gerak akibat wabah covid-19.

Berdasarkan data Dinas Pariwisata Provinsi Riau, jumlah kunjungan wisatawan tahun 2020 di Kabupaten Inhil sebanyak 4.684 orang.

Kepala Disparporabud Inhil, Junaidy, S.Sos, M.Si menuturkan, sertifikasi CHSE sudah dilakukan pelaku pariwisata di Inhil pada 2020, sehingga tahun ini (2021) Kemenparekraf menargetkan kunjungan wisatawan ke Inhil meningkat menjadi 6.500 orang.

“Semoga tahun ini di kabupaten Inhil bisa lebih meningkat. CHSE merupakan hal yang sangat penting bagi industri pariwisata dan ekonomi kreatif untuk memulihkan kepercayaan wisatawan dan menggeliatkan kembali aktivitas pariwisata,” ungkap Junaidy, Selasa (2/3).

Menurut Junaidy, upaya yang dilakukan dalam meningkatkan kunjungan wisatawan di masa pandemi adalah melakukan kegiatan kepariwisataan yang dilakukan pada destinasi, produk wisata dan industri usaha mengacu pada CHSE, meliputi aspek kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan.

“Dalam mematangkan Program CHSE tersebut, Pemda Inhil telah mengikuti rakor dengan seluruh Dinas Pariwisata di 12 kabupaten/kota dan asosiasi serta Komunitas bersama Dinas pariwisata Riau. Selain itu, untuk memberikan jaminan bahwa produk dan pelayanan yang diberikan sudah memenuhi standar dan protokol kesehatan,” jelas Junaidy.

Untuk diketahui, Asosiasi dan Komunitas yang terlibat antara lain, yaitu, Asosiasi Perusahaan Penjual Tiket Penerbangan Indonesia (Astindo), Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita), Perkumpulan Penyelenggaraan Jasaboga Indonesia (PPJI), Masyarakat Sadar Wisata (Masata), Generasi Pesona Indonesia (GenPi) Riau dan stakeholder lainya.(Sdh/Adv).

loading...

Komentar