Scroll untuk baca artikel
Nasional

Kenali Apa Itu Rapid Test untuk Virus Corona

×

Kenali Apa Itu Rapid Test untuk Virus Corona

Sebarkan artikel ini


Prosedur pemeriksaan rapid test dimulai dengan mengambil sampel darah dari ujung jari yang kemudian diteteskan ke alat rapid test. Selanjutnya, cairan untuk menandai antibodi akan diteteskan di tempat yang sama. Hasilnya akan berupa garis yang muncul 10–15 menit setelahnya.

Hasil positif pada rapid test menandakan bahwa orang yang diperiksa pernah terinfeksi virus Corona. Meski begitu, orang yang sudah terinfeksi virus Corona dan memiliki virus ini di dalam tubuhnya bisa saja mendapatkan hasil rapid test yang negatif, karena tubuhnya belum membentuk antibodi terhadap virus Corona.

Oleh karena itu, jika hasilnya negatif, pemeriksaan rapid test perlu diulang 7–10 hari setelahnya.

Nah, bila hasil rapid test Anda positif, jangan panik dulu. Antibodi yang terdeteksi pada rapid test bisa saja merupakan antibodi terhadap virus lain atau coronavirus jenis lain, bukan yang menyebabkan COVID-19.

Itulah sebabnya, orang yang hasil rapid test-nya positif perlu melakukan pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) yang bisa mendeteksi langsung keberadaan virus Corona, bukan melalui ada tidaknya antibodi terhadap virus ini. Tes PCR inilah yang memastikan apakah seseorang positif terinfeksi virus Corona.

Jika positif terinfeksi virus Corona, Anda harus menjalani isolasi mandiri di rumah walaupun Anda tidak mengalami gejala sama sekali dan merasa sehat.

Hindari berpergian dan kontak dengan orang lain yang tinggal serumah, sambil menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Terapkan physical distancing, yaitu menjaga jarak setidaknya 1 meter dari orang lain dan kenakan masker saat harus berinteraksi dengan orang lain.

Selama isolasi mandiri ini, pantau terus kondisi kesehatan Anda. Bila muncul gejala COVID-19, seperti batuk, demam, suara serak, dan sesak napas, segera hubungi fasilitas layanan kesehatan atau hotline COVID-19 untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Tidak Semua Orang Dapat Melakukan Rapid Test


Karena keterbatasan alat, tidak semua orang dapat menjalani prosedur ini secara serentak. Menurut Pemerintah Provinsi Jawa Barat, rapid test diprioritaskan untuk masyarakat dengan kategori berikut:

Kategori A, yaitu masyarakat dengan risiko tertular paling tinggi, seperti orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP) beserta keluarga, tetangga, dan kerabatnya, dan juga petugas kesehatan di rumah sakit yang menangani COVID-19.


Kategori B, yaitu masyarakat yang bekerja di puskesmas atau klinik, serta masyarakat dengan profesi yang interaksi sosialnya tinggi (TNI, polisi, pejabat publik, ulama, petugas bandara, atau pedagang pasar).

Kategori C, yaitu masyarakat yang memiliki gejala COVID-19 berdasarkan keterangan dari fasilitas kesehatan, bukan diagnosis sendiri.


Bila berada di luar kategori tersebut, Anda dianjurkan untuk tetap melakukan langkah pencegahan penularan virus Corona dengan mencuci tangan secara rutin, menjaga daya tahan tubuh, melakukan social distancing atau yang kini disebut physical distancing, serta tidak keluar rumah kecuali untuk kepentingan mendesak.

sumber: alodokter.com