Caleg Satu Partai Bersaing Ketat, Saling Cari ‘Tempelan’

Politik
Typography

Tembilahan – Akhirnya, pamor partai politik menjadi memudar, saat penetapan caleg terpilih berdasarkan suara terbanyak. Para calon anggota legislatif pun merasa sama-sama berpeluang dan lebih mengurus ‘diri sendiri’.

Memang dengan penetapan caleg terpilih berdasarkan suara terbanyak ini, maka saat ini para caleg sibuk memetakan basis kekuatannya sendiri, mereka harus bersaing dan merebut kesempatan dengan teman-temannya sendiri di daerah pemilihan yang sama.

“ Memang dengan sistem penetapan caleg berdasarkan suara terbanyak ini, maka peluang bagi semua caleg menjadi terbuka. Tinggal bagaimana mereka dapat merebut simpati masyarakat,” ujar Majid, caleg PKS dari daerah pemilihan Inhil V kepada infoinhil.com.

Berdasarkan penelusuran dilapangan, para caleg juga saat ini sibuk mencari ‘donatur’ pendamping, baik mereka yang mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI, DPRD Riau maupun DPD. Tentu saja hal ini untuk meringankan beban sosialisasi yang harus mereka tanggung, makanya ada yang sibuk melakukan pendekatan dan lobi dengan caleg pendampingnya.

“ Memang kita juga harus melakukan pendekatan dengan caleg lainnya, minimal untuk meringankan beban biaya pembuatan baleho. Karena kalau mengandalkan biaya sendiri, cukup berat juga,” ujar salah seorang caleg yang sedang akan mengadakan pembicaraan dengan salah seorang calon anggota DPD tersebut.

Makanya, jangan heran kalau kita berkeliling kota Tembilahan, banyak pula caleg yang dalam baleho atau spanduknya tidak sendirian tapi berdampingan dengan calon lainnya. Apakah itu, untuk meringankan biaya pembuatan spanduk atau untuk ‘nebeng’ atas pamor calon pendamping tersebut. Ada pula baleho yang menampilkan orang dan tokoh terkenal, baik yang masih hidup maupun sudah meninggal.

Beratnya persaingan untuk merebut kursi ‘panas’ tersebut, membuat para caleg saat ini sibuk cari aman sendiri, sehingga kalau kurang disikapi dengan arif, maka akan menimbulkan gesekan diantara mereka. “ Saat ini dalam satu partai saja saling bersaing ketat, apalagi dengan caleg partai lainnya,” sebut seorang caleg dari partai nasionalis. (my)