infoinhil.com .: Situs Berita Inhil #1:.

Sunday
Dec 28th
Home Info Inhil Daerah Sektor Pertanian Inhil Minin Peralatan Teknologi

Sektor Pertanian Inhil Minin Peralatan Teknologi

Pasca Panen Berimbas Pada Tingkat Penyusut Gabah Cukup Tinggi
Tembilahan(iic)–Selain potensi kelapa Inhil menyimpan sector pertanian potensi yang menjanjikan disektor pangan terutama padi. Data terahir yang ada luas areal yang tersedia mencapai 46.360 hektar. Sayangnya, dari total areal seluas itu hanya sekitar 33.597 hektar yang terealisasi penggarapannya pada tahun kemaren.

Sementara itu dari data BPS yang ada, rata-rata tingakt produksi petani dalam setiap hektarnya mencapai 3.8 ton gabah kering. Jadi kalau kita kalikan dengan total luas areal yang tergarap dalam setiap tahun total hasil gabah yang mampu dihasilkan oleh petani Inhil untuk sekali panen mencapai 127.668 ton.

Tentunya dengan kondisi yang menjanjikan ini, bisa menempatkan Inhil sebagai sentra pangan Riau. Hanya saja memang ada beberapa permasalah yang terjadi ditingkat petani salah satunya adalah tingkat kehilangan gabah cukup tinggi, yakni sekitar 17 persen setiap kali panen.

"Permasalahan yang ada di lapangan kekurangan tenaga kerja dan serta alat paska panen yang kurang jadi faktor utama yang menyebab tingkat kehilangan gabah sangat tinggi. Padahal kalau itu bisa diatasi tentunya penghasilan petani padi di Inhil akan semakin baik," kata Kadis Tanaman Pangan Holtikultural dan Peternakan Kabupaten Inhil H Wiryadi S.sos. MSi, kepada infoinhil.com, Rabu, (5/9).

Selain itu permasalahan lainnya adalah kualitas gabah yang kurang baik hingga menyebabkan harga gabah jatu di pasaran. Kendala utamanya terletak tidak tersedianya tempat penampungan gabah yang memadai, hingga pada gilirannya gabah hanya diletakkan ditanah dan ditutup dengan terpal sperlunya.

Jadi tidak ada cara lain, menurut mantan Kabag Humas dan Organisasi tersebut, kedepan kendala seperti itu meski harus diatasi. Upaya yang harus dilakukan adalah dengan penyedian alat teknologi paska panen dalam rangka mencegah tingkat kehilangan  dan juga menjaga mutu gabah tetap terjaga.

"Bayangkan saja saat ini kita hanya memiliki alat hentraktor sebanyak 68 unit, dan powertraiser sebanyak 224 unit. Kondisi itu tentunya tidak akan cukup dalam rangka memenuhi kebutuhan teknologi dengan luas areal yang dimiliki Inhil saat ini," Ujarnya

Ditambahkannya , selain itu kendala lainnya yang dihadapi oleh para petani adalah kesulitan modal. Untuk itu kita terus berupaya meningkatkan mutu dan kualitas hasil petani dalam rangka menarik minat perbankan untuk mau memberikan kredit lunak kepada para petani. Disamping dari Dinas sendiri sudah melakukan terobosan dan melakukan kerjasama dengan pihak perbankan seperti BI.

"Kita optimis kalau memang kendala-kendala itu mampu kita atasi dengan sendirinya peningkatan penghasilan petani akan membaik. Lembaga keuangan yang tadi enggan untuk membantu, juga akan terarik kalau memang kualitas dan hasil pertanian kita makin menjanjikan," tambahnya. (IIC)