Tradisi Menongkah Memiliki Kemiripan Dengan Tradisi di Jerman
Tembilahan (infoinhil.com) –Kegiatan menongkah kerang yang selama ini dilihat hanya sebagai mata pencarian mayoritas masyarakat Duanu untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari, Ternyata memiliki nilai budaya yang tinggi dengan histories peradapannya. Maka dari itu oleh para tokoh masyarakat Duanu Inhil, menongkah saat ini sudah dijadikan suatu budaya yang sangat penting dan bisa menjadi ikon daerah.
Maka dalam rangka untuk terus mengembangkan dan melestarikannya, dalam waktu ini Keluaraga Ikatan Masyarakat Duanu Inhil akan memggelar event besar yaitu kegiatan perlombaan menongkah kerang dan menongkah massal yang akan di adakan di Pantai Bidari Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Tanah Merah, (31-1 Agustus 2010)
Ketua Panitia Pelaksana event lomba menongkah kerang Ir Sarpan Firmansyah kepada infoinhil.com, mengungkapkan menongkah kerang adalah salah satu kegiatan yang unik, dan hanya ada satu-satunya di Inhil. Pihaknya sudah berupaya mempromosikan kegiatan ini keberbagai daerah, bahkan ke luar negeri dalam hal ini Jerman. Karena negara tersebut juga punya satu tradisi yang punya kemiripan dengan yang dimiliki oleh suku duano di Inhil.Karena uniknya kegiatan ini, pihaknya telah berupaya menjadikan event ini sebagai agenda rutin yang dilaksanakan dalam setiap tahunnnya. Hanya saja memang, untuk melakukan hal seperti itu butuh pendanaan yang besar, yang diplot langsung lewat APBD Inhil. Sedangkan saat ini hal tersebut belum terpenuhi, makanya panitia terpaksa harus berjuang keras untuk mencari dana dalam melaksanakan kegiatan ini.
“Kita bersyukur Pemkab ada memberikan bantuan demi terlaksananya kegiatan menongkah kerang ini, hanya saja memang kita berharap dalam 2011 mendatang anggaran untuk event ini dialokasikan lewat APBD, sehingga nantinya bisa jadi kelender resmi daerah untuk melaksanakannnya dalam setiap tahun,” kata Sarpan
Terkait dengan pelaksanaan kegiatan lomba menongkah kerang yang akan dilaksanakan di Pantai Bidari Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Tanah Merah, 31-1 Agustus mendatang, persiapannnya berjalan dengan baik, dan sejauh ini panitia sangat siap untuk melaksanakan event tersebut.
Ia menambahkan dalam event yang berlangsung selama dua hari tersebut ada dua bentuk kegiatan yang dilaksanakan. Pertama adalah gerakan massal lomba menongkah kerang yang dilaksanakan di Tanjung Bidari. Sedangkan kegiatan yang kedua adalah penluncuran buku yakni “Kamus Mini Duano Indonesia” yang akan kita laksanakan di halaman kantor Kepala Desa Tanjung Pasir . “Dalam tahun ini tema yamng kita ambil dalam kegiatan ini adalah gerakan menongkah dalam rangka transpormasi budaya,” imbuhnya. (spt)


