Dalam Setahun 500 Meter Daratannya Tenggelam
Tembilahan (infoinhil.com) – Permasalahan abrasi yang terjadi di Inhil bagian utara yang menenggelam bibir pantai merupakan permasalahn yang serius yang harus ditangani. Dalam setiap tahunnnya tidak kurang sekitar 500 meter bibir pantai tenggelam akibat digerus oleh hantaman ombak air laut. Imbasnya banyak perkebunan kelapa masyarakat petani yang rusak, dikarenakan hantaman ombak tersebut menyebabkan air laut menggenangi lahan yang dimiliki.
“Saya sudah pernah menyuruh anggota kita untuk mengukur dampak yang ditimbulkan oleh abrasi yang terjadi dalams etiap tahunnnya. Dari sana kita mengetahui, tidak kurang sekitar 500 meter daratan kita terus berkurang oleh terjangan air laut,” kata Mahide politisi dari Partai Demokrat Inhil asal Daerah Pemilihan (Dapil 6) kepada infoinhil.com belum lama ini.
Menurutnya, permaslahan abrasi adalah persoalan serius yang harus ada penanganan secara seksama oleh Pemkab Inhil. Apalagi diketahui daerah yang terletak di kawasan Inhil bagian utara adalah daratan rendah yang berhubungan langsung dengai laut dan perairan. Untuk itu, mestinya kebijakan yang harus dilakukan terutama untuk pembuatan tanggul harus diarahkan ke kawasan tersebut. Karena memang kawasan tersebut adalah daerah yang paling rawan untuk terkena abrasi.Sayangnya tambah Mahide, kebijakan tersebut seperti kurang mendapat perhatian. Bayangkan saja, dalam tahun ini, Kecamatan Kateman hanya mendapat 6 KM bantuan tanggul, sedangkan Kecamatan Pulau Burung sekitar 10 KM. Padahal kerusakan lahan perkebunan yang terjadi sangatlah besar, jadi sangat tidak sebanding dengan bantuan tanggul yang dialokasikan kearah sana. Sementara itu diketahui, daerah seperti Guntung parit-parit yang dibuat sudah sejak lama, bahkan sebelum merdeka. Sehingga sudah sangat dangkal yang menyebabkan tidak mampu untuk menahan terjangan air laut yang masuk.
Ia menambahkan, padahal daerah seperti kateman dan Pulau Burung adalah salah satu daerah yang menyedot banyak tenaga kerja dari sektor perkebunan. Dengan banyaknya lahan yang rusak, dan tidak menghasilkan lagi, ke depan nantinya tentu ini akan menjadi permasalahan sosial yang sangat serius. Dampaknya akan berimbas pada peningkatan angka pengangguran dan kemiskinan.
“Daerah seperti Sungai Teritip dahulu adalah salah satu penghasil kelapa terbesar yang ada di Kecamatan Kateman, tapi belakangan ini, kondisi itu sudah sangat bertolak belakanga. Di daerah tersebut kerusakan perkebunan kelapa sudah sangat banyak yang mengalami kerusakan, makanya banyak penduduk pindah ke daerah Penjuru, tapi itu juga bukan jaminan, perkebunan akan selamat dari terjangan abrasi, kalau tidak ada penaganan sedini mungkin,” imbuhnya.
Untuk itu kedepan, salah satu yang dapat dilakukan oleh Pemda Inhil dalam rangka menyelamatkan lahan perkebunan masyarakat adalah dengan jalan menyiapkan alat berat untuk setiap kecamatan terutama yang berlokasi di pesisir. Karena dengan keberadaan alat berat tersebut, akan lebih mudah dalam menangani kerusakan tanggul yang terjadi.
Pada dasarnya masyarakat akan membantu dalam setiap operasional alat berat tersebut, demi kepentingan menyelamatkan lahan perkebunan mereka dan itu yang sudah dilakukan oleh masyarakat selama ini. Dimana masyarakat membantu setiap proses pembuatan proyek tanggul dengan menyumbangkan dana semampu yang mereka miliki. Makanya kalau memang alat berat itu disediakan, ia merasa optimis penelamatan lahan akan semakin mudah.
“Yang paling penting kebijakan Pemkab Inhil untuk mau menyediakan alat berat yang dibutuhkan oleh masyarakat, masalah operasional nantinya, masyarakat tentu akan membantu asalkan memang alat berat yang dibutuhkan mau disediakan oleh Pemkab,” katanya. (spt)


