Developed in conjunction with Joomla extensions.

Mengejutkan, Ini Cagub Riau Dengan Elektabilitas Tertinggi Menurut Hasil Survei INES

Pekanbaru
Typography

JAKARTA (Infoinhil.com) – Pesta Demokrasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau tidak lama lagi akan digelar, terkait hal itu Indonesia Network Election Survei (INES) melaksanakan Survey jajak pendapat terkait Elektabilitas Tokoh Riau untuk Calon Bakal Gubernur Riau 2018 di 12 Kabupaten/Kota yang terdiri dari 145 Kecamatan di Propinsi Riau, pada tanggal 5 Juni sampai 15 Juli 2017.

Pelaksanaan pesta demokrasi yang dilakukan di Propinsi Riau tetap tidak lepas dari marketing politik. Kandidat yang tampil dalam Pemilihan Kepala Daerah Propinsi Riau tahun 2018 (pilkada) harus mampu mendapatkan simpati masyarakat.

Direktur Eksekutive Indonesia Network Election Survei ( INES) Sutisna mengatakan, Berdasarkan pertimbangan tersebut, INES melaksanakan “Survei Elektabilitas Tokoh Riau untuk Calon Bakal Gubernur Riau 2018-2023”.

“Melalui survei tersebut penelitian ini mencari sesuatu hal yang mampu dijual kandidat kepada masyarakat,” katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (26/7/2017).

Sutisna menambahkan, Berdasarkan hasil rekapitulasi “ Daftar Pemilih Tetap Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014 “ terdapat 4.208.306 pemilih tetap di Provinsi Riau yang menjadi populasi dalam penelitian ini. Populasi berada di 12 Kabupaten/Kota, terdiri dari 145 Kecamatan di Provinsi Riau .

“Ada pun jumlah sampel adalah 1984 responden dengan tingkat kepercayaan/ confidence level sebesar 95 %. Dengan Margin Error +/- 2.2%. Sampel berasal dari 135 kecamatan di seluruh Kab/kota di Propinsi Riau, tempat lokasi rumah tangga. Dari satu rumah tangga diambil 1 anggota keluarga berdasarkan acak setiap TPS yang memenuhi syarat sebagai calon pemilih, yaitu berumur minimal 17 tahun,” tambahnya.

Sutisna juga membeberkan hasil temuan survey Kondisi Ekonomi dan Sosial masyarakat Riau

“Kinerja Pemda Riau Lima Tahun Terakhir Dalam Bidang Ekonomi Dari survei menunjukan bahwa warga Riau merasa kondisi ekonomi rumah tangganya dalam lima tahun terakhir yang menyatakan ada perubahan perbaikan sebanyak 27,3%, yang mengatakan keadaan ekonomi tetap selama kepemimpinan Gubernur saat ini 7,9% dan yang mengatakan lebih buruk sebanyak 64,8 % dari 1984 orang responden, artinya selama lima tahun terakhir kepemimpinan Gubernur Petahana Riau saat ini tidak berhasil dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Riau,” sambungnya.

Selain itu, keadaan fasilitas sarana dan prasaran pendidikan di Provinsi Riau Temuan survei menunjukan 60,90 % dari 1984 responden menilai bahwa kinerja gubenur petahana dalam hal pembangunan fasilitas pendidikan tidaklah ada bedanya dengan pemerintahan sebelumnya, hanya sebatas misi pada saat kampanye saja agar memperoleh banyak suara tanpa ada aktualisasi.

Para responden melihat selama lima tahun menjadi pemimpin Riau tidak ada perubahan pada wajah pendidikan Riau, misalnya tidak adanya renovasi gedung sekolah yang telah rusak, ataupun pembangunan gedung sekolah yang baru serta kurangnya tenaga pengajar /guru. Akibatnya terjadi ketimpangan kualitas pendidikan itu akan tetap jauh antara kecamatan terpencil dengan kecamatan di daerah perkotaan.

Dalam Temuan survei Masyarakat menilai bahwa keadaan fasilitas sarana dan prasaran infrakstruktur dan transportasi di Provinsi Riau sangat buruk dan ini terekam dalam jawaban 60,7 % masyarakat berpendapat keadaan fasilitas sarana dan prasaran infrakstruktur dan transportasi di Riau sudah baik sedangkan yang mengatakan tetap atau tidak ada perubahan hanyalah 15,8 % dan yang mengatakan baik hanya 23,8 %, diakibatkan banyak APBD yang bocor alias di korupsi dan kurang maksimalnya penyerapan anggaran dalam Program Peningkatan Sarana dan Prasarana infrastruktur dan transportasi.

“Karena itu Gubernur Riau mendatang perlu melakukan pengembangan dan peningkatan prasarana transportasi, tersedianya Master Plan Transportasi, Rencana Umum Jaringan Transportasi Jalan (RUJTJ) dan Tataran Transportasi yang bersifat lokal,” terangnya.

Hasil Temuan survey terhadap para tokoh yang di uji

Terkait kecenderungan Tingkat Popularitas Bakal Calon Gubernur Riau, Sutisna menambahkan, untuk tingkat popularitas, hanya 4 Tokoh yang memiliki tingkat pengenalan Masyarakat Riau diatas 80 persen. Yang tertinggi adalah Ahmad, mantan Bupati Rohul dua periode dan pernah mencalonkan diri sebagai Cagub Riau dengan Tingkat Popularitas 85,3 persen, disusul Arsyadjuliandi Rachman Gubernur Petahana 81,4 persen, lalu Syamsuar Bupati Kab Siak 81,2 persen dan Firdaus walikota Pekanbaru 80,4 persen.

Kemudian untuk popularitas dibawah 80 persen, ada Instiawati Ayus anggota DPD RI dari Riau 78,2 persen, HM Haris Bupati Kab Pelalawan 60,3 persen, Septina Primawati Ketua DPRD Prov Riau dan Istri Mantan Gubernur Riau Rusli Zainal 60,1 persen dan Lukman Edy Anggota DPR RI PKB 51,2 persen.

Sementara tokoh lainnya seperti Yopi Arianto Bupati Indragiri Hulu, H Sukarmis Mantan bupati Kuansing, Indra M Adnan mantan Bupati Inhil dua periode, Irwan Nasir Bupati kepulauan Meranti memiliki tingkat popularitas dibawah 50%.

“tapi perlu dicatat, tingkat popularitas yang tingi merupakan modal awal bagi tokoh untuk bisa menjadi pilihan masyarakat sebab saat ini diketahui bahwa publik Riau paling banyak menerima informasi seputar kandidat melalui poster, baliho dan alat iklan kampanye lainnya seperti media sosial, media massa cetak dan media online,”ujarnya.

Penerimaan ( akseptabilitas ) Masyarakat Terhadap Calon Gubernur Riau

Masyarakat Riau menilai cocok tidaknya tokoh untuk memimpin ada banyak aspek yang dinilai oleh Masyarakat, terhadap kualitas, kompetensi, integritas, profesionalitas, personalitas, perilaku, prestasi, reputasi, kepemimpinan, yang akhirnya Masyarakat Riau memberikan penilaian terhadap para tokoh terkait penerimaan (akseptabilitas) pemilih terhadap para tokoh.

Dari semua tokoh yang disurvei dan mendapatkan opini dari 1984 masyarakat yang mewakil 4.208.306 pemilih di Riau dalam jawaban masyarakat terkait penerimaan masyarakat terhadap para tokoh,  Bupati Siak Syamsuar adalah tokoh yang paling diterima oleh masyarakat Riau yaitu 84,2 persen, lalu disusul Septina 81,6 persen, Firdaus 81,5 persen, Achmad 78,7 persen, HM Harris 75,3 persen, Arsyadjuliandi Rachman 72,3 persen, Lukman Edy 60,2, Sementara tokoh lainnya dibawah 50 persen tingkat akseptabilitas oleh masyarakat Riau.

Keyakinan Masyarakat Riau Pada Kemampuan Tokoh sebagai Gubernur Riau dalam Menyelesaikan Prioritas Masalah

Untuk tingkat kapabilitas para tokoh untuk memimpin provinsi Riau dalam jawaban responden ditemukan bahwa Syamsuar dinilai oleh 84,5 persen responden yang mewakili masyarakat Riau, memiliki kemampuan untuk memimpin Riau, sementara Firdaus dinilai oleh 78,5 persen responden memiliki kemampuan untuk memimpin Riau disusul HM Haris 78,2 persen dan Achmad 74,5 persen.

Sementara untuk Petahana, Gubenur Riau dinilai memiliki kemampuan memimpin. 68,5 persen oleh masyarakat Riau, Lukman Edy 66,7 persen, Septina 66,5 persen, Indra Muchklis 56,4 persen dan tokoh lainnya dinilai memiliki tingkat capabilitas dibawah 50 persen.

Tingkat Elektabilitas para tokoh dalam jawaban para responden

Tingkat Elektabilitas para tokoh dalam jawaban para responden ketika ditanyakan “secara Top Of Mind” Dari ke 12 tokoh tersebut jika diadakan pemilihan Gubernur hari ini, maka Jawaban Responden adalah Syamsuar Bupati Siak dipilih 21,3 Persen Masyarakat Riau, Firdaus 11,4 persen, HM. Haris 9,9 persen, Septina Primawati 8,2 persen, Achmad 11,2 persen, Lukman Edy 6,2 persen, Gubenur Petahana Riau Arsyadjuliandi Rachman 8,3 persen, Indra Muchklis 5,6 persen, Istiawati ayus 2,3 persen, Yopi Arianto 3,2 Persen, Sukarmis 2,3 Persen, Irwan Nasir 2,4 persen dan tidak menjawab sebanyak 9,5 persen.

Tingkat Elektabilitas para tokoh dalam jawaban para responden ketika ditanyakan “Dengan Pertanyaan Tertutup” Dari ke 12 tokoh tersebut jika diadakan pemilihan Gubernur hari ini maka Jawaban Responden adalah Syamsuar Bupati Siak dipilih 22,3 Persen Masyarakat Riau, Firdaus 11,1 persen, HM.Haris 8,2 persen, Septina Primawati 7,4 persen, Achmad 9,2 persen, Lukman Edy 6,2 persen, Indra Muchklis 5,6 persen, Istiawati ayus 2,3 persen, Yopi Arianto 3,2 persen, Sukarmis 3,3 Persen, Irwan Nasir 2,3 persen dan tidak menjawab sebanyak 11,4 persen. (rick)

loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.