Polisi dan Sipir Ditolak Masuk, Dalam Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru dijaga TNI

Pekanbaru
Typography

PEKANBARU - Saat ini perkembangan situasi di dalam Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru sudah mulai aman dan kondusif, namun yang bisa masuk bebas dan diterima oleh para narapidana (Napi) didalam hanya pihak TNI. Sementara dari pihak kepolisian dan pihak penjaga Rutan sendiri masih terjadi perselisihan dengan para napi, bahkan saling baku hantam satu sama lain.

Hal tersebut diungkapkan Kapolda Riau Brigjen Zulkarnain Adinegara ketika diwawancarai wartawan usai melakukan pengecekan dari jarak jauh di dalam Lapas tersebut.

"Hal Itu wajar, karena yang memasukkan mereka itu ke sini adalah pihak kepolisian. Wajar saja mereka tidak menerima kami. Bukan hanya kami yang tidak diterima tapi pihak rutan sendiri juga tidak diterima mereka, tapi pihak Korem dan Kodim bisa menenangkan mereka semua dan membuat suasana jadi lebih kondusif," kata Kapolda.

Kapolda juga mengucapkan terima kasih terhadap pihak Korem 031/WB dan Kodim 0301/Pbr yang telah menenangkan seluruh napi yang nyaris bertindak anarkis. Tindakan anarkis para napi tersebut dipicu oleh ketidaknyamanan di dalam rutan itu sendiri. Seperti makanan yang tidak layak, air bersih minim, pungli dan over kapasitas.

"Saya berharap ini segera diselesaikan, karena jika terus berlarut-larut maka dikhawatirkan kejadian ricuh ini akan muncul lagi," tegas Kapolda.

Berdasarkan pengecekan dari jarak jauh di seputaran rutan, kondisi rutan memang sudah sangat over kapasitas. Seharusnya dalam satu sel itu ada 10 sampai 15 orang tapi dipaksa diisi sebanyak dengan 30 orang sehingga napi menjadi sesak.

"Dari kapasitas rutan seharusnya menampung 387 orang namun saat ini kenyataannya menampung 1879 orang. Tentu ini sangat tidak nyaman bagi mereka, tapi kita berharap ke depan akan ada kelonggaran. Namanya juga tahanan kalau mau nyaman ya jangan sampai masuk kesini," pungkasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Riau Dr. Ferdinand Siagian, SH, MM menyatakan bahwa semua tuntutan napi tersebut tentang ketidaknyamanan di dalam rutan serta penuntutan untuk perbaikan sistem makan dari itu akan segera kita dirapatkan.

"Besok semua akan kita rapatkan, semua tuntutan mereka akan kita bahas, jadi sekarang kita istirahat dululah," ujarnya.

Ditanya terkait kondisi rutan, Ferdinand mengungkapkan semua saat ini sudah mulai terkendali didalam rutan sudah di bantu jaga oleh pihak Korem dan Kodim. "Semua napi sudah masuk ke dalam blok masing-masing. Namun ada beberapa bagian pintu sel dan meja di dalam rutan yang dirusak. Hanya itu yang mereka rusak, dan besok akan segera kita perbaiki, kerusakan tersebut tidak menggangu operasional rutan," singkatnya.

Perkembangan terakhir kaburnya napi dari Lapas Sialang Bungkuk sampai dengan hari Sabtu (6/5/2017) pukul 00.30 WIB yang dapat ditangkap kembali oleh petugas berjumlah 177 orang napi. Dari 177 orang napi yg tertangkap, 167 diantaranya sudah dipindahkan ke lapas Gobah Pekanbaru dan 10 orang napi masih berada di Lapas Bungkuk. (TW)

loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.

Daftar layanan berlangganan melalui email gratis kami untuk menerima pemberitahuan ketika informasi baru tersedia.