Jembatan Indragiri sangat dikenal keberadaannya di Provinsi Riau, Terletak di sungai indragiri desa Rumbai Jaya Kecamatan Tempuling.

Jembatan ini merupakan satu satunya pintu gerbang yang menghubungkan kota Tembilahan dengan daerah daratan yang ada di Provinsi Riau. Oleh pemerintah daerah dan masyarakat pada setiap tahunnya dibawah jembatan tersebut dilaksanakan Event wisata pacu sampan Indragiri, peserta yang hadir dari berbagai pelosok daerah bahkan sampai dengan daerah daerah Provinsi tetangga.

Setelah menikmati keindahan Pantai Solop para wisatawan dapat meneruskan perjalanan wisatanya di Concong luar kecamatan Concong.

Berbagai atraksi bahari dapat dinikmati disini seperti Menongkah yaitu aktivitas penduduk siku doanu untuk mengambil kerang dipantai lumpur dengan menggunakan sekeping papan yang telah dibantuk sedemikian rupa dan menggunakan sebelah kaki sebagai pendorong sehingga papan tongkah tersebut dapat meluncur dengan cepat diatas permukaan lumpur.

Pantai berpasir putih yang merupakan pasir dari fosil hewan laut seperti kerang kerangan dan sejenisnya yang dikenal dengan nama pasir sirsak.

Melalui proses yang panjang dan diakibatkan dari hempasan gelombang pasang membuat pasir sirsak tersebut terhampar disepanjang pantai solop sehingga pantai ini begitu indah dan memiliki keunikan tersendiri yang tidak didapat dipantai pantai yang ada didaerah lainnya.

Terletak di Hidayat kecamatan Kuala Indragiri dan hanya memakan waktu perjalanan lebih kurang 15 menit dari kota Tembilahan dengan menggunakan speedboat. Tuan guru Syech Abdurrahman Siddiq semasa hidupnya adalah sebagai penasehat kerajaan Indragiri pada akhir abad ke 19 dan beliau wafat pada tahun 1939 dan dimakamkan di Hidayat-Sapat.

Semasa hidupnya tuan guru yang dikenal dengan gelar "Al-Banjari" adalah salah satu tokoh sentral penyebar agama Islam yang mempunyai Kharismatik setingkat dengan Wali.

Page 3 of 4
Daftar layanan berlangganan melalui email gratis kami untuk menerima pemberitahuan ketika informasi baru tersedia.