Developed in conjunction with Joomla extensions.

Indra Sjafri Tak Akan Blusukan Lagi, Jika...

Sepak Bola
Typography
Jakarta - Pelatih Timnas Indonesia U-19 Indra Sjafri mengatakan tidak akan lagi blusukan dalam mencari pemain, jika kompetisi sepakbola usia muda dijalankan dengan baik.

Hal itu disampaikan Indra di acara diskusi yang digelar oleh PSSI pers di SCTV Tower, Rabu (18/10/2017). Dalam kesempatan itu juga dihadiri oleh pelatih timnas U-16 Fakhri Husaini.

Indra dikenal sebagai pelatih yang senang blusukan ke berbagai daerah Indonesia. Ketika Piala AFF U-19 2013, pelatih asal Sumatera itu menemukan sejumlah pemain seperti Evan Dimas, Yabes Roni, dan Ilham Udin Armayn.

Indra menilai sistem blusukan itu sebenarnya sudah tak efektif. Sebab, cuma membuang waktu bagi pelatih. Blusukan tak akan lagi dipakai, jika sepakbola Indonesia memiliki kompetisi usia muda yang terstruktur dengan baik.

"Blusukan akan efektif jika sistemnya benar. Jangan sampai jalan sendiri-sendiri. Kalau sepakbola ingin maju tidak hanya kompetisi, tetapi PSSI harus melakukan perubahan dengan perbanyak pelatih," ujar Indra.

"Saya berharap kalau ada pembentukan timnas jangan ada lagi blusukan-blusukan lagi. Tidak efektif karena waktu kami habis. Kalau kami bicara pentas dunia harus ada suport lain, jangan hanya kami tetapi PSSI, DPR, dan pemerintah," dia menambahkan

Bagaimana caranya memperbanyak kompetisi usia muda? Indra menilai bisa memperdayakan asosiasi provinsi di seluruh Indonesia.

"Apapun kebutuhannya nanti ujungnya ke timnas senior. Saya apresiasi apa yang dilakukan Topskor dengan membuat Liga Topskor, Kompas dengan Liga Kompas. Indonesia itu luas. Saya inginnya ada di setiap daerah

Oleh karena itu, Indra menegaskan untuk membangun timnas Indonesia yang kuat membutuhkan pembinaan usia dini yang baik. Salah satunya dengan membuat kompetisi sebagai wadah bagi pemain-pemain.

"Pembinaan usia muda harga mati. Makanya saya bilang seharusnya pemerintah bisa hadir. Sekarang pedoman kepelatihan sedang digalakkan oleh PSSI, setelah itu kami adakan kompetisi kemudian bisa scouting. Kalau sudah rapi kami tidak perlu blusukan lagi,"


(ads/cas)


Sumber: detik.com
loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.