Developed in conjunction with Joomla extensions.

Penyelamatan Ter Stegen Dianggap Ilegal, Penalti Harusnya Diulang

Sepak Bola
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times
Jakarta - Marc-Andre Ter Stegen jadi pahlawan Barcelona saat menghalau penalti Marco Reus. Tapi tayangan ulang menunjukkan aksinya itu tak sah. Penalti mestinya diulang.

Barcelona lebih banyak ditekan saat bertamu ke Borussia Dortmund pada matchday pertama Liga Champions, Rabu (18/9/2019) dinihari WIB. Dalam laga yang tuntas 0-0 itu, Ter Stegen jadi pahlawan atas serangkaian aksinya di bawah gawang.

Yang paling gemilang adalah saat dia memblok tendangan penalti Marco Reus di babak kedua. Dia membaca dengan baik arah eksekusi Reus ke sisi kirinya.



Ter Stegen melangkah maju dari gawangnya saat menghalau penalti Marco ReusTer Stegen melangkah maju dari gawangnya saat menghalau penalti Marco Reus Foto: ist.


Kiper asal Jerman itu dapat banyak sanjungan atas penyelamatan tersebut. Tapi tayangan ulang menunjukkan apa yang dlakukan Ter Stegen ilegal. Saat Reus menyepak bola, Ter Stegen melangkah maju dari garis gawangnya.

Menurut aturan IFAB (International Football Association Board) kiper harus bertahan di posisinya, berdiri di atas garis gawang, sampai bola ditendang. Jika kiper melakukan pelanggaran atas aturan itu, maka penalti bisa diulang.

Beberapa waktu lalu, wasit legendari asal Italiam Pierluigi Collina malah mengusulkan kalau kiper yang melangkah ke depan sebelum bola ditendang pantas dapat kartu kuning. Dan dibarengi dengan keputusan mengulang penalti.

Namun malam tadi wasit Ovidiu Hategan sepertinya tidak melihat pelanggaran yang dilakukan Ter Stegen. Padahal hanya beberapa saat sebelumnya Hategan memeringatkan Ter Stegen untuk tidak keluar dari garis gawang.

Pun begitu, Hategan juga tidak meminta bantuan VAR, yang artinya dia merasa penalti tak perlu diulang. Demikian dikutip dari Marca.

[Gambas:Opta]

Simak Video "Daftar 32 Tim Kontestan Liga Champions 2019/2020"
[Gambas:Video 20detik]
(din/din)


Sumber: detik.com
Loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.

loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.