Developed in conjunction with Joomla extensions.

Diseruduk Sapi, Warga Desa Petalongan Tewas

Keritang
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

ilustrasiTEMBILAHAN – Nasib malang dialami Marlis (60) warga Desa Petalongan, Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Korban meninggal dunia dengan luka cukup parah di sekujur tubuh setelah diseruduk sapi peliharaanya, Selasa (24/9) sekitar pukul 17.00 WIB.

Menurut informasi yang dirangkum, peristiwa itu terjadi ketika korban hendak memasukan sapi tersebut kedalam kandangnya. Namun entah karena apa, tiba-tiba sapi itu mengamuk dan menyeruduk korban sehingga korban terluka parah dan dilarikan ke rumah sakit di Pematang Reba, Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu)


Kepala Desa Petalongan, Kecamatan Keritang, Zasmarijan saat dikomfirmasi melalui telepon genggamnya, Rabu (25/6) malam ini membenarkan kejadian tersebut. Bahkan menurut Zasmarijan kejadian tersebut merupakan kejadian ke tiga kalinya. Namun kejadian sebelumnya, korban hanya menderita luka ringan.

“Benar, kami turut prihatin dengan kejadian ini. Mudah-mudahan kejadian demikian tidak sampai menimpa warga lainya,’harap Zasmarijan.

Marlis (korban, red) juga merupakan Kepala Dusun (Kadus) Damai Rejo, Desa Petalongan, Kecamatan Keritang. Dia meninggalkan satu istri, tiga anak dan beberapa orang cucu. Luka yang diderita korban cukup parah, terutama pada bagian kaki, perut, kepala dan punggung.

Keluarga korban yang melihat kejadian itu langsung berteriak meminta tolong, sehingga warga berbondong-bondong mendatangi lokasi. Untuk menghentikan keganasan sapi jantan tersebut, warga terpaksa memukulnya dengan benda-benda tumpul seperti kayu.

Masih menurut Kepala Desa setempat, atas beberapa kali kejadian sebelumnya, anak-anak korban sempat meminta ayahnya (korban) agar menjual sapi tersebut. Sebab, sapi itu sudah menunjukan gelagat tidak bagus. Sapi kerap tidak mau dimasukan kedalam kandang.

“Meski sudah diminta, namun korban belum bersedia menjualnya. Sampai akhirnya terjadi peristiwa seperti ini,” jelasnya.

Saat ini sapi itu masih berkeliaran. Keluarga masih dalam keadaan berduka setelah peristiwa itu dan belum sempat untuk melakukan tindakkan selanjutnya terhadap sapi ganas ini. Selaku pemerintah desa, dia berharap agar sapi itu segera dijual atau dipotong sebelum membahayakan orang lain.

Sapi ukuran dewasa itu, kata Zasmarijan sangat besar dan memiliki tenaga cukup kuat untuk melumpuhkan lawan-lawanya. Maka dari itu perlu kehati-hatian untuk menjinakanya. Kapan perlu bisa dengan cara memanggil dokter hewan atau dengan cara dilumpuhkan dengan tembakan bius.

“Kita imbau warga untuk berhati-hati. Pasalnya, kalau sapi ini belum ditangkap dia masih bisa untuk melukai siapapun,” tandasnya.(dro/*1)

sumber:www.detikriau.org

Loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.

loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.