Masyarakat Di mintai Setoran Untuk Pelaksanaannya
Tembilahan – Masih banyak pembangunan di Kabupaten Indragiri Hilir, terutama yang langsung menyangkut hidup orang banyak seperti pembangunan tanggul lebih menekankan pada muatan politis, dan tidak berdasarkan pada medesaknya pembangunan tersebut dilaksakan. Ironisnya lagi dibeberapa tempat masyarakat malah diminta pungutan oleh rekanan yang melaksakan pembangunan tanggul yang dilakukan.

Salah satunya yang terjadi di Paritb 18 Kelurahan Sapat, Menurut informasi yang di rangkum  dimana masyarakat dimintai uang oleh rekanan pelaksana yang disinyalir anggota DPRD Inhil antara 20-50 ribu perbaris (7 meter). Apalagi dengan mengancam masyarakat pula. Bisa jadi memang  uang yang didapat dari sana adalah untuk biaya kampanye mereka, karena untuk periode mendatang yang bersangkutan tetap mencalonkan diri menjadi Caleg.

Bunga Bangkai Dibongkar Pemiliknya
Tembilahan – Sayangnya, bunga bangkai yang sempat menghebohkan warga Kecamatan Batang Tuaka tidak berumur panjang. Karena bunga tersebut telah mati dan dibongkar oleh pemilik rumah, Mak Antong.

Ketika rombongan wartawan ingin melihat dari dekat keberadaan bunga bangkai tersebut, ternyata hanya dapat melihat bekas tempat tumbuhnya yang masih diberi pagar pelepah kelapa dan ditutupi dengan bekas cungkilan kulit pinang.

Di Parit 9 Sungai Luar Ditemukan 3 Bunga Bangkai
Tembilahan – Warga Parit 9 Kelurahan Sungai Luar, Kecamatan Batang Tuaka beberapa hari ini heboh dengan ditemukannya 3 kuntum bunga bangkai (raflesia arnoldi) disana. Bunga ini tumbuh disamping rumah Abdul Basit (30) warga disana, setengah bulan sebelumnya juga ada tumbuh satu kuntum, namun sudah mati.

Menurut penuturan Abdul Basit (30), sekitar setengah bulan yang lalu memang disamping rumahnya tumbuh sekuntum bunga bangkai berwarna merah. Saat itu ibunya, Antong (60) sekitar pukul 15.00 WIB merasa heran dan mencari-cari bau busuk, seperti bau bangkai yang sangat menyengat.