Sumarsono Alias Angau Dikenal Baik Ditengah Masyarakat

Tembilahan (infoinhil.com)–Karena sifat dan jiwa kesosialan yang tinggi dengan peran aktifnya selalu melakukan hal-hal yang positif buat kepentingan orang banyak terutama terhadap masyarakat yang ada di Kota Tembilahan. Sosok pengusaha yang dikenal royal di Tembilahan, Sumarsono (56) yang akrab di panggil Angau mendapat penghargaan Gemilang Award Inhil 2010.

Penghargaan Gemilang Award 2010 yang berikan kepada Angau itu, Diberikan langsung oleh Bupati Inhil Dr.H. Indra Mukhlis Adnan, SH,MH, Mhum, bersama para penerima penghargaan lainnya pada acara malam resepsi Milad Inhil ke 45 di lapangan kantor Bupati Inhil, Selasa malam (14/6).

Indentitas Daerah Mulai Memudar Terkikis Pengaruh Luar
T
embilahan (infoinhil.com)– Nilai kebudayaan dan kesenian daerah terutama di daerah Inhil. Dewasa ini sudah mulai memudar di jiwa kaum mudanya dan hal itu sudah terlihat, makin hari makin sering ditinggalkan dan lupakan dan akan hilang bak ditelan zaman.

Maka dari itu, menurut beberapa kalangan tokoh budaya dan kesenian setempat. Persoalan tersebut harus cepat dilakukan antisipasi dan pencegahannya, Dimulai dengan menanam dan memperkenal nilai-nilai positif kebudayaan dan kesenian daerah itu sendiri pada usia dini kepada generasi-generasi mudanya. Agar hal tersebut tidak hilang begitu saja dan bisa melekat sebagai indentitas buat daerahnya.

Demi Kelangsungan dan Kelestariannya Sepanjang Zaman
Tembilahan (infoinhil.com) Kesenian kompang yang dulunya  merupakan kesenian tradisional yang  dinilai sudah mendarah daging dalam kehidupan sehari-hari dikalangan masyarakat melayu di Riau  terutama di kabupaten Indragiri yang sakral. Karena selain sering ditampilkan pada setiap acara perayaan,  kesenian ini juga menjadi keharusan pada acara resepsi pernikahan.

Namun dalam beberapa tahun belakangan ini. Umumnya ditengah masyarakat melayu di Inhil kesenian kompang itu tidak sepopuler seperti dulu-dulunya, terutama ditengah generasi mudanya. Walaupun masih ada yang memainkan namun terkesan sedikit   atau kurang diminati bahkan sering ditinggalkan. “ Makin  Sirna Bak Ditelan Zaman”.