Tembilahan – Sarno (60), demikian kakek tua ini biasa dipanggil, dengan becak buruknya ia saban hari mengelilingi kota Tembilahan untuk mencari penumpang. Tidak tanggung-tanggung sudah 25 tahun ia menjalani profesi sebagai tukang becak.

Ia terlihat sedang termenung dalam becak- yang penumpang berfikir dua kali untuk naik becaknya, karena sudah sangat tidak laik jalan. Entah apa yang ada dalam benaknya, mungkin memikirkan kapan ia bisa mengganti becaknya dengan yang baru.

TEMBILAHAN – Hama Kumbang yang terjadi dan telah merusak cukup banyak lahan perkebunan kelapa masyarakat, selain tidak ada tindakan konkrit dari instansi terkait, DPRD Inhil juga terkesan tutup mata dan tidak mengupayakan untuk menekan instansi yang berwenang agar segera melakukan langkah pembasmian dalam rangka menyelamatkan perkebunan masyarakat.

Sementara Komisi B DPRD Inhil yang membidangi tentang Kehutanan dan Perkebunan terkait permasalahan pun tidak ada yang mengambil langkah bagaimana mencarikan solusi untuk perbaikannnya pada hal permasalahan rusaknya perkebunan kelapa rakyat yang diserang hama kumbang tersebut bukan lagi menjadi permasalahan yang baru. Hal ini juga makin membuat dugaan bahwa Komisi B memang terkesan tutup mata dan tidak ada upaya untuk membantu masyarakat.

Tembilahan – Selain merupakan jalan yang vital dan menpunyai peran penting dalam arus transportasi yang menghubung pusat kota Tembilahan dengan daerah dan kabupaten lainnya. Kawasan jalan di parit 6 Tembilahan Hulu juga merupakan kawasan yang rawan akan musibah longsor.

Namun sejauh ini untuk pengantisipasian jika musibah longsor terjadi di kawasan tersebut sampai saat ini belum ada jalan alternative yang di bangun oleh pemerintah Propinsi Riau maupun Pemerintah Kabupaetn Indragiri Hilir. Sehingga membuat kekhawatir bagi warga yang mengunakan jalan tersebut semakin bertambah.