Developed in conjunction with Joomla extensions.

Iran Uji Coba Rudal yang Bisa Jangkau Israel, Ini Kata Trump

International
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times
Washington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengomentari uji coba rudal yang baru dilakukan Iran. Dikatakannya, uji coba rudal Iran itu menimbulkan pertanyaan akan pentingnya kesepakatan nuklir Iran dengan AS dan negara-negara besar dunia lainnya.

Trump bahkan menuding Iran telah berkolusi dengan Korea Utara (Korut).

"Iran baru saja menguji tembak sebuah rudal balistik yang mampu menjangkau Israel. Mereka juga bekerja sama dengan Korea Utara. Tak ada gunanya kesepakatan yang kita punya," tulis Trump dalam akun Twitternya seperti dilansir kantor berita AFP, Minggu (24/9/2017).

Komentar itu disampaikan Trump setelah stasiun televisi pemerintah Iran pada Sabtu (23/9) waktu setempat, mengumumkan keberhasilan negara itu dalam menguji tembak rudal balistik jarak menengah, Khoramshahr. Rudal tersebut memiliki jarak tempuh 2.000 kilometer.

"Anda melihat gambar tentang uji coba rudal balistik Khorramshahr dengan jarak tembak sejauh 2.000 km, rudal terbaru negara kita," ujar penyiar televisi pemerintah Iran. Namun tak disebutkan kapan dan di mana letak lokasi peluncuran rudal tersebut.

Menurut Kepala Dirgantara Garda Revolusi Jenderal Amir Ali Hajizadeh seperti dilansir kantor berita resmi Iran, IRNA, uji coba rudal tersebut digelar pada Jumat (22/9) waktu setempat. "Rudal Khoramshahr memiliki jarak tempuh 2.000 kilometer dan dapat membawa beberapa hulu ledak," tuturnya.

Dilaporkan bahwa jarak udara Iran dan Israel adalah 1.789 km. Dengan demikian, rudal Khoramshahr Iran yang mampu membawa hulu ledak tersebut bisa menjadi ancaman bagi Israel.

Sebelumnya, Presiden Iran Hassan Rouhani telah menegaskan untuk meningkatkan kemampuan rudalnya dan tak akan meminta izin dari negara manapun untuk melakukan hal itu. Dalam pidatonya di Teheran, Rouhani menekankan Iran tak akan berhenti meningkatkan kekuatan militernya.

"Kita akan meningkatkan kekuatan militer kita sebagai pencegah. Kita akan meningkatkan kemampuan rudal kita. Kita tak akan meminta izin dari siapapun untuk membela negara kita," tegas Rouhani dalam pidato saat parade Angkatan Bersenjata hari Jumat kemarin yang disiarkan televisi pemerintah Iran.

"Semua negara di dunia mendukung kesepakatan nuklir di Majelis Umum PBB tahun ini, kecuali Amerika Serikat dan rezim Zionis (Israel)," cetus Rouhani, seperti dilansir kantor berita Reuters, Jumat (22/9).
(ita/ita)

Sumber: detik.com
Loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.

loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.