Developed in conjunction with Joomla extensions.

Wow! Ada Hiu Mini yang Bisa Menyala dalam Gelap, Panjangnya Cuma 14 Cm

International
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times
Washington DC - Spesies baru hiu yang berukuran mini ditemukan di perairan Teluk Meksiko. Hiu dengan panjang hanya 14 cm ini memiliki cara unik untuk menangkap mangsanya, tanpa perlu mengintai dan mengendus seperti hiu pada umumnya.

Seperti dilansir CNN, Selasa (23/7/2019), hiu mini yang diberi nama 'American Pocket Shark' ini dilaporkan hanya berukuran 5,5 inch atau setara 14 cm.

Menurut kajian terbaru Tulane University, hiu mini ini merupakan jenis pertama untuk spesies ini yang ditemukan di perairan Teluk Meksiko, cekungan laut di area Samudra Atlantik yang sebagian besar dikelilingi benua Amerika Utara.

Dari penampilannya, hiu mini ini sama sekali tidak menakutkan seperti hiu lainnya. Hiu mini ini juga disebut sebagai spesies yang menakjubkan.

Para pakar kelautan tidak sengaja menemukan hiu jantan jenis kitefin yang masih remaja pada tahun 2010 lalu, saat sedang mempelajari paus sperma di perairan Teluk Meksiko. Namun hiu mini itu tidak lagi diamati hingga tahun 2013, saat peneliti dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), Mark Grace, menemukan hiu mini di dalam kumpulan spesimen makhluk laut yang bercahaya.

Hiu mini yang ditemukan di Teluk Meksiko, sebut Grace, merupakan hiu mini kedua yang pernah ditangkap atau direkam. Hiu mini lainnya diketahui pernah ditemukan di perairan Samudra Pasifik bagian timur tahun 1979 silam.

"Keduanya merupakan spesies terpisah, masing-masing berasal dari lautan yang berbeda," sebut Grace. "Keduanya luar biasa langka," imbuhnya.

Diketahui bahwa hiu pada umumnya diketahui gemar mengintai dan mengendus mangsanya sebelum menyerang. Namun tidak demikian dengan hiu mini, yang disebut hanya perlu menyala di dalam kegelapan dan mangsa akan datang mendekat.

Menurut kajian terbaru ini, hiu mini bisa mengeluarkan cairan yang menyala dalam gelap, dari kelenjar kantong kecil yang ada di dekat sirip bagian depan.

Cairan itu akan membantu untuk menarik perhatian mangsa, yang akan tertarik pada cahaya, sementara predator kecil ini -- yang tidak terlihat dalam kegelapan -- menyerang secara diam-diam.

Organisme lautan yang menyala dalam gelap sebenarnya tidak termasuk unik. NOAA memperkirakan 90 persen makhluk laut yang hidup di perairan terbuka adalah jenis bioluminesensi -- yang bisa memendarkan cahaya. Meskipun penelitian terhadap makhluk laut di lautan dalam, jenis bioluminesensi sangatlah sedikit.

Menurut Smithsonian National Museum of Natural History, cahaya yang dikeluarkan organisme laut biasanya dipicu oleh reaksi kimia yang memancarkan energi ringan. Organisme memancarkan cahaya untuk menarik perhatian pasangannya, memperingatkan musuh untuk menjauh, atau, dalam banyak kasus, untuk mencari mangsa yang lebih kecil.

(nvc/ita)


Sumber: detik.com
Loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.

loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.