JAKARTA - Sepak terjang Muhammad Nazaruddin sungguh luar biasa. Setelah kabur ke luar negeri dan melemparkan "bola panas" di Indonesia, mantan bendahara umum Partai Demokrat itu, mencoba menyuap polisi yang menangkapnya di Cartagena, Kolombia.

Hal itu diungkapkan Duta Besar Republik Indonesia di Kolombia Michael Menufandu kepada Kompas, yang menghubunginya dari Jakarta, Selasa (9/8).

JAKARTA - Ucapan selamat serta apresiasi terus mengalir ke institusi kepolisian menyusul kepastian telah tertangkapnya M Nazaruddin di Kota Cartagena, Kolumbia pada Minggu, 7 Agustus lalu.

Polisi dalam kaitan ini dianggap telah berprestasi. Pengamat kepolisian Bambang Widodo Umar memiliki pendapat berbeda menyikapi hal ini.

MEDAN - Saudara sepupu M Nazarudin, Nama Syarifuddin, mendadak tenar setelah paspornya digunakan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu untuk plesiran selama buron. Siapakan sosok Syarifudin?

Syarifuddin tercatat sebagai alumnus Fakultas Hukum Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) Medan.

NIAS- Sesosok gadis kecil tak diketahui identitasnya, tiba-tiba ikut terekam kamera wartawan ketika mengambil gambar di RSUD Gunungsitoli, Nias, Sumatera Utara.

Beberapa saksi di RSUD Gunungsitoli juga ikut menyaksikan peristiwa pada saat pengambilan gambar dilakukan. Ada seseorang anak mengenakan baju merah bertubuh kecil di antara para pengungjung rumah sakit.

Saat ditangkap, Nazaruddin terus menundukkan wajahnya dan tetap diam.
VIVAnews -- Pelarian Muhammad Nazaruddin berakhir di Cartegena, sebuah kota wisaya yang terletak di Kolombia, negara Amerika Latin.

Seperti dimuat media Kolombia, El Tiempo.com, Nazaruddin ditangkap di bandara ketika akan terbang ke Bogota, menonton pertandingan Piala Dunia U-20. Nazaruddin diketahui membawa paspor yang bukan miliknya, petugas mencurigai ketidakmiripan wajah eks bendahara Umum Partai Demokrat itu dengan foto yang tertera di paspornya.

RAMADAN biasanya ditandai dengan gairah ekonomi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, selanin nuansa religi. Hal itu bisa terlihat dengan munculnya pusat jajanan, atau belanja dadakan. Belum lagi plaza, mal, atau supermarket, juga banyak menggoda calon pembeli dengan diskon fantastis.

Kendati demikian, ramainya pusat perbelanjaan oleh kalangan Muslimin tidak bisa serta merta dicap sudah terkena angin budaya konsumtif dari Barat. Melonjaknya permintaan kebutuhan selama Ramadan hingga datangnya Lebaran, masih dalam batas kewajaran. Pasalnya, puasa adalah momen ibadah tahunan, sehingga diperlakukan sedikit istimewa dari hari biasanya, terlebih ada budaya lokal yang melekat di dalamnya.

Jakarta - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menyangkal sempat menyembunyikan kasus surat palsu MK yang kini menghebohkan publik. Kasus itu dilaporkan ke polisi sesuai dengan prosedur dan tanpa mengulur-ulur waktu.

Mahfud mengatakan, peristiwa pemalsuan surat terkait perolehan kursi anggota DPR Dewie Yasin Limpo itu terjadi Oktober 2009. Tahu ada yang tidak beres, MK bersama KPU sepakat masing-masing membentuk tim investigasi.

More Articles ...