Developed in conjunction with Joomla extensions.

Jika PD Resmi Bergabung, Begini Kekuatan Koalisi Pro-Jokowi

Nasional
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times
Jakarta - Partai Demokrat (PD) memberikan sinyal berkoalisi dengan deretan parpol pro-Joko Widodo (Jokowi) untuk Pilpres 2019. Jika PD bergabung, bagaimana peta kekuatan koalisi ini?

Kode dari PD disampaikan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam Rapimnas di SICC, Bogor, Jabar pada hari Sabtu (10/3). Di depan Jokowi, SBY menyatakan siap mendukung Jokowi.

"Jika Allah menakdirkan, sangat bisa PD berjuang bersama Bapak," kata SBY.

Nah, jika PD bergabung ke koalisi pro-Jokowi, dukungan terhadap eks Gubernur DKI Jakarta ini kian menguat. Koalisi pro-Jokowi sudah diisi oleh PDIP, Golkar, PPP, NasDem, dan Hanura.

Sesuai aturan dalam UU No 7/2017 tentang Pemilu, tiap capres yang maju ke Pemilu 2019 haruslah memiliki ambang batas 20% di kursi DPR atau 25% suara nasional berdasarkan perolehan suara parpol di Pemilu sebelumnya. Jika PD bergabung, parpol koalisi pro-Jokowi mempunyai kekuatan 352 dari 560 kursi di parlemen.

Rinciannya adalah PDIP (109), Golkar (91), PD (61), PPP (39), NasDem (36), dan Hanura (16). Jumlah ini sudah melebihi syarat minimal soal jumlah kursi (112).

Sedangkan, untuk PKS-Gerindra (113) sudah hampir mengerucut mendukung Prabowo Subianto. Tinggal PKB (47) dan PAN (48) yang belum bersikap di Pilpres 2019 karena ada peluang membentuk poros ketiga.

Dengan atau tanpa PD, koalisi pro-Jokowi sudah cukup tangguh untuk Pilpres 2019. Dengan demikian, apakah PD akan berkoalisi ke Jokowi atau justru sebaliknya?
(dkp/dkp)

Sumber: detik.com
loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.