Developed in conjunction with Joomla extensions.

Ini Rumah Pengemis yang Bawa Gepokan Uang di Tasikmalaya

Nasional
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times
Tasikmalaya - Pengemis asal Kota Tasikmalaya bernama Epon (49), kedapatan membawa uang gepokan dan perhiasan emas saat diamankan Satpol PP pada Kamis (22/2) kemarin. Ternyata Epon juga memiliki rumah yang laik..

Rumah Epon terletak di Kampung Cisangkir Kidul, Kota Baru, Cibereum, Tasikmalaya. Rumahnya terletak di tengah-tengah pemukiman kampung tersebut.

Rumah Epon terbilang bagus jika dibanding rumah milik tetangganya di kampung tersebut. Apalagi jika dibandingkan dengan rumah orang tuanya, yang terletak berdampingan dengan rumah Epon, yang terlihat catnya sudah pudar. Di dalamnya pun tidak ada perabotan yang laik.

Cecep (47), adik Epon mengatakan rumah yang kini dihuni Epon merupakan warisan yang diberikan orang tuanya. Di rumah berwarna hijau itu, Epon tinggal sendirian.

"Dibangun buat dia. Kalau tinggalnya memang sendirian, tapi di dalam rumahnya lumayan lengkap. Ada perabotan segala macem," ungkap Cecep kepada detikcom di rumah Epon, Jumat (23/2/18).

Saat disambangi detikcom sore hari ini, rumah tampak sepi. Pintu rumah terkunci rapat karena Epon sendiri kabur setelah diantar petugas Satpol PP kemarin. Hingga kini keluarga tidak mengetahui keberadaan Epon.

Cecep mengatakan, uang 43 juta rupiah dan perhiasan emas yang Epon bawa merupakan milik Epon pribadi. Itu dikumpulkan dari belasan tahun mengemis.

"Selalu dibawa-bawa karena dia ketakutan uangnya diminta sama saudara-saudaranya," katanya.

Cecep juga menjelaskan Epon memang sudah lama mengemis. "Awalnya ya jualan daun singkong, daun pepaya di pasar. Tapi engggak laku. Jadi mungkin ngemis. Sudah dikasih tau enggak usah ngemis tapi susah," ujar Cecep.

Keluhan yang sama dikatakan Kakak Epon, Burhan (52). Ia mengaku sudah berbagai cara untuk melarang adiknya mengemis. "Sudah habis segala cara. Sudah dilarang juga tetap kekeuh ngemis," kata Burhan.

Saat dilarang mengemis, sambung Burhan, Epon kerap marah bahkan tak segan melukai orang yang melarangnya untuk mengemis.

"Sempat diingatkan sama emak (ibu Burhan) untuk tidak ngemis. Tapi malah menjambak rambut emak. Malahan sempat dipukulin juga sama kakaknya supaya gak ngemis lagi. Tetap enggak bisa," ujarnya.
(ern/ern)

Sumber: detik.com
loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.