Developed in conjunction with Joomla extensions.

Ansor Sebut FPI Minta Laporan Dicabut, Ini Kata Pihak KH Sulaiman

Nasional
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times
Jakarta - Pengacara Ketua MUI Jagakarsa KH Sulaiman Rohimin, Mirza Zulkarnaen, menanggapi pernyataan LBH GP Ansor perihal FPI yang meminta agar laporan polisi dicabut. Mirza mengatakan informasi itu masih simpang siur di kalangan internal FPI sendiri.

"Kalau sampai sekarang di internal FPI belum jelas berita itu," kata Mirza kepada detikcom, Selasa (30/1/2018).

Kalaupun hal itu terjadi, Mirza menjelaskan, FPI hanya ingin bertabayun dengan GP Ansor. Pasalnya, Mirza menyebut FPI dan NU merupakan organisasi yang sama-sama berpaham Ahlussunah Wal Jamaah (Aswaja).

"Seandainya terjadi pun sebenarnya bukan mencabut laporan, tapi dalam artian sama-sama ormas Islam, NU sama FPI sama-sama Aswaja, kenapa lapor, kenapa nggak terlebih dahulu kita tabayun dulu sampai sejauh mana," tutur Mirza, yang juga merupakan Ketua Bantuan Hukum FPI Jakarta.

Mirza lantas bicara soal awal mula foto yang dibagikan Sulaiman tersebar ke pihak lain. Menurutnya, ada salah seorang pengurus MUI bernama Wawan yang sengaja memberitahu meme tentang Ansor yang ada di grup WhatsApp MUI Jaksel kepada Ketua GP Ansor Jaksel, Sulton.

"Toh, ini kita WA di grup kan. Kenapa Wawan share ke Sulton. Ada maksud apa? Padahal kalau mau tabayun, Wawan sama Sulton datang dong ke rumah Kiai Sulaiman. Apa susahnya seorang santri yang lebih muda, yang namanya santri lebih muda pasti datang ke kiai. Bukan lewat WA. Yang namanya WA nggak punya adab," ujarnya.

Kata Mirza, Wawan seharusnya mengingatkan Sulaiman terlebih dahulu sebelum menyebarkannya kepada pihak lain. Menurutnya, Wawan seperti mengadu domba Sulaiman dengan GP Ansor.

"Inilah kesalahannya. Karena apa. Ini nggak boleh disebarluaskan WA itu, tapi kenapa Wawan ngasih tahu ke Sulton. Kalau mau negor Kiai Sulaiman, negor secara pribadi dulu. Kiai begini, kan begini nggak bagus. Kan bisa. Sama-sama pengurus MUI, dia tanya kenapa begini dan begini. Kan namanya ada proses adu domba," ucapnya.

Selain itu, Mirza mengungkapkan, kasus dugaan ujaran kebencian (hate speech) telah dicoba untuk diselesaikan oleh MUI Jaksel. Namun Sulton sebagai Ketua GP Ansor Jaksel tidak menghadiri pertemuan tersebut. Islah pun terus diupayakan.

"Hari Kamis (25 Januari) itu dipanggil oleh MUI Jaksel untuk klarifikasi, pihak pelapor juga untuk dipanggil. Tapi ternyata pihak pelapor ke MUI Jakarta Selatan. Pihak terlapor KH Sulaiman Rohimin karena dia Ketua MUI Jagakarsa minta saya dampingi untuk klarifikasi," bebernya.

Sebelumnya, LBH GP Ansor DKI Jakarta menyebut anggota FPI sempat datang ke rumah pelapor, Ketua GP Ansor Jaksel Sulton. FPI meminta laporan dugaan ujaran kebencian (hate speech) terhadap Ketua MUI Jagakarsa KH Sulaiman Rohimin dicabut.

"Ya anggotanya, Rabu pagi sebelum pihak terlapor dipanggil. Klarifikasi. Minta dicabut laporan," kata Ketua LBH GP Ansor DKI Jakarta, Indra Gunawan, di Mapolres Jakarta Selatan, Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jaksel.
(knv/bag)

Sumber: detik.com
Loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.

loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.