Developed in conjunction with Joomla extensions.

Viral Video Pamer Tumpukan Uang untuk Anak, PUPR: Bukan Staf Kami

Nasional
Typography
Jakarta - Di media sosial dan grup-grup WhatsApp, sedang viral video orang memamerkan uang untuk anak. Pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tidak ingin dikaitkan dengan video ini.

Setidaknya ada 2 video pamer uang yang jadi viral. Dalam sebuah video, ada seorang pria berkemeja putih yang memegang setumpuk uang pecahan Rp 100 ribu sambil menyetir dan menelepon.

Tidak hanya itu, di pangkuan pria paruh baya tersebut juga ada tumpukan uang pecahan Rp 100 ribu. Netizen pun ramai mengomentari video ini.

Salah satu yang jadi sorotan adalah amplop berwarna cokelat di samping pria tersebut. Di amplop itu tertulis 'Kementerian PUPR Direktorat Jenderal Bina Marga Balai Pelaksanaan Jalan Nasional XIV Palu'.

Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Endra S Atmawidjaja pun menanggapi video ini. Dia mengaku sudah melihat potongan videonya. Menurutnya, video ini semata-mata hanya bersifat humor oleh pembuatnya.

"Jadi terkait video yang beredar, dari pemahaman kami, ini hanya video humor. Ini tidak lazim, bahwa ada anak sekolah spending ratusan juta," ujarnya saat dimintai konfirmasi detikcom lewat telepon, Rabu (6/12/2017).



Endra menegaskan Kementerian PUPR tidak memiliki sangkut paut dengan video tersebut.

"Pria yang ada di video tersebut bukan pejabat, bukan staf, bukan pegawai outsourcing atau orang yang ada sangkut pautnya dengan kami (Kementerian PUPR, red). Sehingga kami berharap mohon jangan disangkutpautkan," ujarnya.

Menurut Endra, pihaknya kini juga ikut menelusuri pembuatan video ini. Dia berharap siapa pun yang terlibat dalam pembuatan video itu segera memberi penjelasan.

"Sekarang kami masih ingin mengetahui lebih jauh, dan saya mengimbau kepada orang yang ada di video tersebut untuk membuat klarifikasi maksud pembuatan video tersebut. Karena, meski tak ada sangkut pautnya dengan kami, namun dalam video ada elemen yang menunjukkan identitas Kementerian PUPR, yang sedikit-banyak bisa mempengaruhi kredibilitas Kementerian," ucapnya.

Sejauh ini, Endra mengaku pihaknya belum mendapat informasi soal pembuatan video yang jadi viral tersebut. Kementerian PUPR masih melakukan penelusuran. Dia sekali lagi meminta orang yang terlibat dalam pembuatan video itu segera memberi klarifikasi.

"Kalau kami lihat ini adalah video joke. Karena tidak mungkin orang niat betul membawa uang sebanyak itu lalu divideokan, kecuali memang maksudnya adalah joke," ujarnya.


(hri/fdn)

Sumber: detik.com
loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.