Developed in conjunction with Joomla extensions.

Andi Narogong Buka Peran Novanto di Kasus e-KTP, Mau Ajukan JC?

Nasional
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times
Jakarta - Terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong blak-blakan soal peran Setya Novanto dalam pengadilan tindak pidana korupsi pada kasus pengadaan e-KTP. Soal sikap kooperatifnya itu, KPK belum mendengar Andi meminta menjadi justice collaborator (JC) atau saksi pelaku yang bekerja sama.

"Sejauh ini yang saya tahu belum ada pengajuan sebagai justice collaborator. Namun tentu kita akan mencermati fakta yang disampaikan karena keterangan-keterangan tersebut saling berkesesuaian dengan sejumlah bukti. Jadi ada beberapa hal yang kita sampaikan sebelumnya itu terbukti, misalnya ada dugaan aliran dana," ucap Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (30/11/2017).

Pernyataan Andi tentu saja memperkuat bukti yang sudah dikantongi KPK serta bersesuaian dengan keterangan sejumlah saksi. Misalnya saja, sinkronnya keterangan Andi dengan bukti rekaman yang dimiliki Direktur Biomorf Lone LLC, Johannes Marliem.

"Misalnya ketika kita lihat antara keterkaitan keterangan tersebut dengan rekaman yang dilakukan oleh Johannes Marliem itu kuat sekali kaitannya. Dan menurut kami itu akan semakin menguatkan dugaan perbuatan sejumlah pihak atau persekongkolan sejumlah pihak dalam kasus e-KTP ini," kata Febri.

Andi saat diperiksa sebagai terdakwa mengaku pernah menghadiri pertemuan di rumah Setya Novanto, yang juga dihadiri Dirut PT Quadra Solution Anang Sugiana dan Johannes Marliem.

Pertemuan itu membahas soal uang muka dari pemerintah melalui Kemendagri yang belum diterima oleh konsorsium yang menang lelang, juga soal bagi-bagi duit ke anggota DPR. Dikatakan Andi, Novanto menyebutkan Made Oka Masagung mempunyai jaringan perkenalan di perbankan dan DPR.

Johannes Marliem disebut Andi selalu merekam pertemuan terkait proyek e-KTP yang dihadirinya. Andi pun mengaku sudah mendengarkan rekaman milik Marliem.

"Ada juga fakta rekaman dari saudara Johannes Marliem yang secara lengkap merekam seluruh pembicaraan seluruh peristiwa kejadian-kejadian selama proses e-KTP ini. Yang sebagian sudah diperdengarkan kepada saya," ujar Andi usai sidang proyek e-KTP di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta, Kamis (30/11).
(nif/elz)

Sumber: detik.com
Loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.

loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.