Developed in conjunction with Joomla extensions.

Ini Penyebab Bocah SD Tewas Usai Berkelahi dengan Teman di Bandung

Nasional
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times
Kabupaten Bandung - Polsek Banjaran bersama Inafis Polres Bandung menggelar pra rekonstruksi kematian siswa kelas 5 SD AR (11) usai berelahi dengan temannya AM (11).

Pantauan detikcom, Sabtu (25/11/2017) pra rekonstruksi dilakukan di Lapangan SDN Ciapus 2 Banjaran, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Pra rekonstruksi itu dilakukan untuk mengetahui motif perkelahian korban dan pelaku. Duel antara AM siswa kelas 5 SDN Ciapus 2 dan korban AR siswa SDN Mekarjaya terjadi saat berlangsungnya perlombaan senam Hari Guru yang dilaksanakan di SDN Ciapus 2 Banjaran.

Saat pra rekonstruksi berlangsung, terlihat adegan AM memukul AR tanpa ampun hingga korban tersungkur. Meski sudah dilerai oleh teman-teman korban, AM tetap memukul korban hingga sekarat. Meski dalam adegan ada perlawanan dari korban, namun AM lebih mendominasi saat perkelahian berlangsung.

Usai membuat korban tersungkur, AM pergi meninggalkan lapangan, sementara korban di dikerumuni oleh teman-temannya sudah dalam kondisi pingsan.

Mengetahui korban pingsan, tubuh korban dipangku oleh petugas sekolah ke lantai kelas untuk dilakukan penanganan pertama. Takut terjadi apa-apa, pihak sekolah pun memboyong korban ke rumah sakit. Namun malang korban tewas saat di perjalanan.

Motif perkelahian itu didasari oleh permasalahan sepele. "Untuk motifnya setelah saya tanya, korban menyetel motor bising dan mengganggu pelaku," kata Kapolsek Banjaran Kompol Susianti Rachmi usai pra rekontruksi.

Menurut Susi, untuk kasus perkelahian anak di bawah umur, itu bisa terjadi secara tidak sadar. "Di luar kesadaran karena anak sekecil itu tidak mungkin melakukan hal seperti itu," ujar Susi.

Sementara itu, penjaga sekolah Asep Aji (44) mengatakan, korban pingsan dan dibawa ke teras kelas untuk dilakukan penanganan pertama

"Korban langsung di bawa ke rumah sakit, setelah di rumah sakit langsung meninggal," kaya Asep.

Asep menuturkan, AR merupakan sosok anak yang baik dan aktif, hubungan Asep dengan korban sangat dekat karena AR merupakan salah satu murid di perguruan silatnya.

"Saya tidak percaya dengan kejadian ini, saya mengenal kedua anak itu baik," ujarnya.

Saat ini AR sudah dimakamkan. Orangtua, keluarga, teman dan tetangga menangis saat melepas AR ke peristirahatan terakhirnya di TPU Penclut yang berada di Kampung Cibaribis 01/03, Desa Mekarjaya, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Jasad AR dikebumikan, Sabtu (26/11/2017) sore, usai Polisi melaksanakan pra rekonstruksi di Lapangan SDN 2 Ciapus Banjaran.

"Untuk pihak Keluarga sampai saat ini betul-betul sudah pasrah dan saya juga sudah menyampaikan bahwa untuk masalah ini kalau diproses harus diautopsi, tetapi memang keluarga sudah ikhkas, mengganggap (kejadian) sebagai musibah, dan menolak di autopsi" kata Susi.

Dari informasi yang dihimpun detikcom, AR merupakan anak pertama dari dua bersaudara yang dilahirkan pasangan Arman dan Lilis, sedangkan adiknya bernama Lutfi (belum sekolah).

Di mata warga sekitar, AR anaknya baik dan pandai beribadah di masjid dekat rumahnya. "Anaknya suka azan magrib di masjid. Soleh, pokoknya ada nilai plus. Saya kaget banget (mendengar kabar kematian), terakhir hari kemarin dia azan ashar setelah pulang ngaji," kata Kepala Dusun, Wawan, kepada detikcom.

Menurut Wawan Hari 17 Agustus lalu, AR juga berhasil memenangkan perlombaan adzan di kampungnya. "AR dalam bidang keagamaannya menonjol sekali dan anaknya juga tidak pernah berulah," pungkasnya.
(avi/avi)

Sumber: detik.com
Loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.

loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.