Developed in conjunction with Joomla extensions.

Sengkarut yang Berujung Gugatan Pengacara Kenamaan Rp 1 Triliun

Nasional
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times
Jakarta - Harsono Amidjojo menggugat pengacara kenamaan yang bergabung dalam Firma Hukum ABNR sebanyak Rp 1 triliun lebih. Penggugat yang juga pernah menjadi klien ABNR itu merasa dikhianati dengan jasa Firma Hukum ABNR.

Kasus bermula saat Harsono Amidjojo yang mewakili PT Harsco Dana Abadi dan PT Piniwang Energi melakukan pembicaraan bisnis dengan perusahaan tambang pada Oktober 2012. Pertemuan itu untuk membahas rencana kerja sama operasional lahan, sebab mengingat posisi lahan tambang PT Harsco Mineral berada dalam satu lahan tambang oleh perusahaan lainnya.

"Hasil pembicaraan menghasilkan kesepakatan untuk melakukan kerjasama operasional," kata tim hukum penggugat dalam siaran pers yang diterima detikcom, Kamis (5/10/2017).

Untuk merealisasikan kerja sama ini, diperlukan jasa konsultan hukum. Sebab kedua belah pihak bukan orang yang ahli dan paham tentang hukum. Pihak lawan menginginkan ABNR sebagai konsultan hukum dengan pertimbangan telah lama menggunakan jasa ABNR.

"Mengingat ABNR merupakan firma hukum terbesar di Indonesia, maka pihak Harsono Amidjojo setuju kerja sama ini menggunakan jasa hukum ABNR. Akhirnya ditunjuklah ABNR sebagai konsultan hukum yang memberikan jasa hukum kepada kedua belah pihak untuk merealisasikan kerja sama operasi (joint venture atau JV)," paparnya.

Belakangan, terjadi masalah dalam proses joint venture tersebut. ABNR secara sepihak dinilai berpihak kepada salah satu pihak untuk mengakhiri perjanjian tersebut. Padahal, Harsono sudah mengeluarkan banyak biaya guna melaksanakan tahapan-tahapan perjanjian itu.

Selain itu, Harsono menilai perbuatan ABNR membuat pihaknya harus menanggung tagihan dari pihak ketiga atas pekerjaan yang dilakukan oleh perusahaan join venture dan harus menanggung kerugian dengan nilai total mencapai Rp 20 miliar dan USD 96,5 juta.

"Karena alasan inilah semata-mata untuk mendapatkan keadilan, maka pihak Harsono mengajukan gugatan perdata terhadap ABNR," ujarnya.

Harsono melayangkan gugatan ke PN Jaksel pada Juli 2017 dan menuntut firma hukum itu membayar ganti rugi materiil Rp 20 miiar dan USD 96,5 juta atau total ditaksir sekitar Rp 1 triliun. Selain itu, penggugat meminta firma hukum itu meminta maaf di media nasional dan media internasional.

Apabila tidak dilaksanakan, tergugat diminta membayar Rp 100 juta per hari hingga hukuman itu dilakukan. Nah, untuk jaga-jaga, penggugat meminta agar pengadilan menyita aset firma hukum yang berada di bilangan Jenderal Sudirman, Jakarta, serta kekayaan di rekening bank milik firma hukum itu. Kasus itu masih disidangkan di PN Jaksel.

Terkait sengkarut hukum tersebut, detikcom telah berusaha meminta konfirmasi langsung ke kantor ABNR di Gedung Graha CIMB Niaga, Jalan Jenderal Sudirman, Kamis (5/10). Resepsionis ABNR menyatakan manajemen sedang keluar kantor dan meminta pertanyaan dikirim secara tertulis. Pertanyaan sudah dikirim namun belum ada respons.
(asp/tor)

Sumber: detik.com
Loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.

loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.