Developed in conjunction with Joomla extensions.

Empat Fraksi Walkout, Pres-T 20% Lolos

Nasional
Typography

JAKARTA -  Empat fraksi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akhirnya menolak untuk mengikuti pemungutan suara (voting) tentang isu krusial ambang batas pemilihan presiden dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu, Kamis (20/7) malam.

Keputusan itu disampaikan para wakil dari Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Gerindra, Partai Demokrat, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) setelah hasil penghitungan awal menunjukkan kekalahan suara telak 217 melawan 322 suara dari partai-partai pendukung pemerintah.

Penghitungan jumlah anggota peserta rapat dari masing-masing fraksi ini sebetulnya hanya untuk memutuskan apakah rapat akan diselesaikan Kamis malam atau ditunda Senin. Para anggota fraksi pendukung pemerintah menuntut rapat dituntaskan hari itu juga.

Kedua kubu berbeda pendapat soal ambang batas pemilihan presiden (presidential threshold), di mana partai-partai pendukung pemerintah menghendaki 20 persen seperti tercantum di Paket A, sementara empat partai lainnya menuntut 0 persen di Paket B.

Semua wakil fraksi yang menentang ambang batas 20 persen mengatakan "tidak akan ikut bertanggung jawab" atas keputusan yang diambil dalam voting, dalam rapat yang disiarkan langsung oleh Beritasatu News Channel.

Menurut politisi Partai Demokrat Benny K. Harman, ambang batas 20 persen "telak melanggar konstitusi."

Pemimpin rapat Fadli Zon juga memutuskan meninggalkan meja pimpinan karena fraksinya, Partai Gerindra, menyatakan walkout dari rapat tersebut.

Dengan demikian, ambang batas pemilihan presiden 20 persen bisa dipastikan menjadi bagian dari Udang-Undang Pemilu dan tinggal menunggu pengesahan saja.

 

Sumber: BeritaSatu.com

loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.