Developed in conjunction with Joomla extensions.

Fenomena 'Laut Terbelah' Bikin Nelayan Pasuruan Lebih Jauh Cari Ikan

Nasional
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times
Pasuruan - Gradasi warna air laut seperti terbelah atau halocline terjadi di Perairan Pasuruan. Fenomena ini mulai tampak sejak beberapa hari lalu.

Perbedaan warna air itu diabadikan anggota Polair Pasuruan yang tengah melakukan patroli rutin. Air keruh berwarna putih seolah terpisah dengan air jernih berwarna kehijauan.

Gradasi warna air laut ini memanjang mulai dari perairan Lekok hingga Porong, Sidoarjo. Panjangnya mencapai 15 mil dan jaraknya sekitar 2 mil dari pantai.

"Ini fenomena biasa. Setiap tahun kerap terjadi," kata Kasubnit Gakkum Polair Pasuruan Aipda Laswanto, Kamis (16/5/2019).

Fenomena ini terjadi sejak beberapa hari lalu dan diperkirakan masih bisa dilihat hingga satu dua hari kedepan. Meski tampak sedap dipandang, fenomena 'laut terbelah' itu kerap dikeluhkan nelayan.

Seperti yang disampaikan Kamil, seorang nelayan di Panggungrejo, Kota Pasuruan. Menurutnya, tidak banyak ikan di sekitar pertemuan air keruh dan air jernih.

"Cari ikan harus lebih ke tengah, karena di sekitar air keruh tak ada ikan," pungkasnya.

Pada Maret lalu, halocline juga tampak di bawah Jembatan Suramadu. Menurut Prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Perak Surabaya Ady Hermanto, gradasi warna terjadi karena perbedaan densitas (massa jenis) antara air laut dengan air tawar dari sungai.
(sun/bdh)

Sumber: detik.com
Loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.

loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.