Developed in conjunction with Joomla extensions.

Diungkit TKN, Begini Pidato Prabowo Deklarasikan Anies-Sandi Menang di QC

Nasional
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times
Jakarta - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin mengungkit Prabowo Subianto yang dianggap tidak konsisten lantaran dulu percaya hasil hitung cepat saat pihaknya yang menang, namun tidak lagi percaya ketika kalah. Seperti apa sikap Prabowo yang disinggung itu?

Adalah kemenangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno di Pilgub DKI 2017 yang disinggung TKN Jokowi-Ma'ruf. Ketika itu, Prabowo mendeklarasikan kemenangan Anies-Sandiaga dari calon petahana, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat versi quick count.

"Saya mendapatkan kehormatan untuk mengucapkan selamat kepada Saudara Anies Rasyid Baswedan, Saudara Sandiaga Salahuddin Uno. Ini kemenangan seluruh rakyat Jakarta, ini kemenangan demokrasi," kata Prabowo saat menggelar konferensi pers di kediamannya, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (19/4/2017).


Saat memberikan pengumuman itu, Anies-Sandi juga turut hadir. Bahkan Sandiaga, yang kini merupakan cawapres Prabowo, tampak menangis dan memeluk Anies karena unggul versi quick count lembaga-lembaga survei yang di Pilpres 2019 mengumumkan Jokowi-Ma'ruf unggul.

Dari hitung cepat lembaga-lembaga survei itu, Anies-Sandiaga mendapat kemenangan dengan angka perolehan suara sekitar 57 persen. Sementara itu Ahok-Djarot mendapatkan kurang-lebih 42 persen suara. Hasil resmi rekapitulasi KPU yang diumumkan 20 hari kemudian, Anies-Sandi unggul dengan angka 57,96% dan Ahok-Djarot memperoleh 42,04%.

Saat Pilgub DKI lalu, tokoh-tokoh pendukung Anies-Sandiaga memang menggelar nonton bareng quick count di kediaman Prabowo. Saat Anies-Sandiaga unggul versi quick count, para tokoh ini menggelar jumpa pers menunjukkan kebahagiaannya.

Diungkit TKN, Begini Pidato Prabowo Deklarasikan Anies-Sandi Menang di QCFoto: Prabowo deklarasi kemenangan Anies-Sandi saat unggul di Quick Count. (Dok detikcom).

Ucapan Prabowo itu disambut senyum lebar oleh Ketum PAN Zulkifli Hasan, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, Presiden PKS Sohibul Iman, dan Ketum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo yang saat itu masih berada di kubu Prabowo. Bahkan Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) juga turut hadir dalam jumpa pers itu, padahal Golkar di Pilgub DKI 2017 mengusung Ahok-Djarot.

"Dan kita tentunya tidak lepas dari dukungan tokoh-tokoh nasional yang mendorong Anies-Sandi, Presiden PKS Pak Sohibul Iman, Ketua Umum PAN Pak Zulkifli Hasan, Ketua Umum Perindo Pak Hary Tanoesoedibjo," sebut Prabowo.

"Tokoh nasional, pemimpin, bapak reformasi kita, Pak Amien Rais, yang punya gelar khusus Ayatullah Indonesia, kita semua ini murid-murid beliau. Kemudian juga yang tidak kalah penting ini mentornya Pak Sandi, mentornya Pak Anies, mentor saya juga, Pak Aburizal Bakrie. Kemudian banyak tokoh, ada lagi ini yang generasi muda, Erwin Aksa, panglima tim sukses Mardani Ali Sera," sambungnya.

Baca Juga: Anies-Sandi Unggul, Prabowo: Ini Kemenangan Rakyat Jakarta

Usai menyatakan kemenangan Anies-Sandi, Prabowo dan para tokoh tersebut berpose kemenangan. Mereka saling berpegangan lalu mengangkat tangan ke atas.

Sebelumnya diberitakan, Wakil Direktur Kampanye TKN Jokowi-Ma'ruf, Daniel Johan menyinggung Prabowo yang tidak konsisten soal quick count mayoritas lembaga survei yang memenangkan Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019. Prabowo menolak percaya terhadap lembaga-lembaga survei yang di Pilgub 2017 lalu ia jadikan rujukan kemenangan Anies-Sandi.

"Waktu Pilgub DKI kemarin, Pak Prabowo juga mendeklarasikan kemenangan Anies-Sandi berdasarkan QC saat itu, tapi kenapa sekarang menolak?" ucap Daniel kepada wartawan, Senin (24/2/2019).

Baca Juga: Senyum Lebar Prabowo, Amien Rais, dan HT di Kemenangan Anies-Sandi

Daniel pun menegaskan lembaga-lembaga survei yang diragukan Prabowo itu memiliki kredibilitas yang tinggi. Hal tersebut ia sampaikan sebagai tanggapan atas pernyataan Waketum PAN Bara Hasibuan yang mempercayai hasil quick count atau hitung cepat.

"Sudah bener itu, kesimpulannya Bang Bara pinter, obyektif dan nalar, karena selama metodologi dan samplingnya tepat, maka hasil QC akan kredibel," tegas Daniel.

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga memberikan pembelaan untuk sang capres. Pilgub DKI 2017 dan Pemilu 2019 disebut berbeda karena Pemilu serentak ini dinilai ada banyak kecurangan.

"Ada perbedaan yang mendasar ketika pilkada dan pemilu nasional ini. Pertama kan locus-nya kan lebih terbatas dan kita melihat temuannya itu bisa lebih terpantau dan tidak ada tanda-tanda kecurangan sistemik dari awal," kata Direktur Materi dan Debat BPN Prabowo-Sandiaga, Sudirman Said.


Simak Juga 'Prabowo Percaya Quick Count Pilkada 2017, Kenapa Sekarang Tidak?':

[Gambas:Video 20detik]

Diungkit TKN, Begini Pidato Prabowo Deklarasikan Anies-Sandi Menang di QC

(elz/fjp)


Sumber: detik.com
Loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.

loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.