Developed in conjunction with Joomla extensions.

Tepis Isu Perpecahan, BPN Ungkap Aktivitas Sandiaga Usai Nyoblos

Nasional
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times
Jakarta - Isu ketidaksamaan pendapat soal deklarasi kemenangan antara capres Prabowo Subianto dan cawapres Sandiaga Uno berembus seusai pencoblosan. Isu tersebut makin meruncing setelah Sandiaga terlihat lemas ketika deklarasi kemenangan bersama Prabowo.

Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan capres-cawapres nomor urut 02 membantah ada selisih paham antara Prabowo dan Sandiaga. BPN menjelaskan, seusai pencoblosan, kesehatan Sandiaga memang menurun.

"Tanggal 17 April Bang Sandi pukul 10.00 WIB pagi kegiatan sampai pencoblosan, dan setelah nyoblos ke media center dan orang-orang pada berdatangan dan di situ Bang Sandi main gitar dan mulai cegukan," kata juru bicara BPN Andre Rosiade kepada wartawan, Senin (22/4/2019).


Andre menyebut, meskipun cegukan, Sandiaga tetap menemui relawan di Hotel Ambhara. Setelah itu baru merapat ke kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

"Namun cegukan Pak Sandi sekali (per) tujuh detik pas di Ambhara. Mulai pukul 03.00 WIB sore kondisi Bang Sandi drop banget dan minta disiapkan kamar di K4 (kediaman Prabowo)," ujar Andre.

Prabowo, kata Andre, mempersilakan Sandiaga istirahat. Bahkan capres nomor urut 02 itu menyarankan Sandiaga memeriksa kesehatannya ke rumah sakit.

"Habis salat Magrib Pak Prabowo bilang 'Pak Sandi ke RS saja'. Pukul 11.00 WIB malam, sebelum Pak Prabowo pulang ke Hambalang bilang lagi, 'Pak Sandi dibawa ke RS saja'. Pak Prabowo menemui Pak Sandi sebanyak 3 kali untuk menyarankan agar dibawa ke RS saja," papar Andre sambil menirukan pernyataan Prabowo.

Pukul 23.00 WIB Prabowo berangkat ke kediamannya di Hambalang, Jawa Barat. Sandiaga juga ikut meninggalkan Kertanegara.

"Tiba-tiba cegukannya (Sandiaga) hilang tapi berganti demam, menggigil, dan sampai di rumah diperiksa dokter kepolisian. Dikasih obat perut sama demam, lalu disuruh istirahat total," terang Andre.

Andre mengatakan, pada 18 April 2019, sehari setelah pencoblosan, Sandiaga meminta izin ke Prabowo karena tak bisa beraktivitas. Namun Sekjen Gerindra Ahmad Muzani menjemputnya.

"Pukul 01.00 WIB siang, sehari setelahnya (18 April 2019) Pak Sandi bilang ke Pak prabowo tidak bisa beraktivitas karena kondisi kesehatannya," tutur Andre.

"Tiba-tiba pukul 03.00 WIB sore Pak Muzani datang ke rumah dan Pak Sandi sedang tidur. Namun tetap menemui Pak Muzani yang mau mengajak konpers di K4. Pak Sandi bilang sudah izin sebelumnya ke Pak Prabowo," kata Andre.

Sandiaga lalu menelepon Prabowo. Melalui telepon, Prabowo meminta Sandiaga datang ke Kertanegara untuk jumpa pers mendeklarasikan kemenangan, dan Sandiaga memenuhi permintaan tersebut.

"Namun Pak Sandi telepon, Pak Prabowo minta ke Bang Sandi datang. Dan dengan kondisi kliyengan tapi langsung konpers," ucap Andre

Pada saat deklarasi kemenangan, Sandiaga memang lebih banyak diam dan wajahnya terlihat lemas. Menurut Andre, Sandiaga berfokus membaca tulisan di kertas yang dipegang Prabowo saat deklarasi.

"Bang Sandi terlihat diam itu sedang baca surat yang dibacakan Pak Prabowo saat konpres," jelasnya.

Andre menuturkan, Prabowo juga meminta Sandiaga tak berlama-lama di Kertanegara. Prabowo meminta Sandiaga datang untuk menepis rumor perpecahan.

"Pak Prabowo minta Pak Sandi datang 15 menit saja agar rumor perpecahan itu bisa dibantah dan perpecahan itu tidak benar. Jadi kondisi Bang Sandi itu memang sedang sakit saat konpres bersama Pak Prabowo. Tapi beliau, meskipun diam, matanya membaca surat yang dibacakan Pak Prabowo," ucap politikus Gerindra itu.

Simak Juga 'Ngevlog Bareng Tim BPN, Sandiaga: Perjuangan Belum Selesai':

[Gambas:Video 20detik]


(zak/gbr)


Sumber: detik.com
Loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.

loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.