Developed in conjunction with Joomla extensions.

Pemutilasi Mayat Dalam Koper Menangis, Polisi: Sadis Kok Mendayu-dayu

Nasional
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times
Surabaya - Salah satu pemutilasi mayat dalam koper, AS atau Aris Sugianto (34) menangis sesenggukan. Aris menangis saat polisi menggelar jumpa pers dengan wartawan.

Aris menangis sejak digiring polisi dari ruang tahanan ke lokasi rilis. Tangis Aris pun semakin menjadi saat ditanya alasan mengapa dia menangis. Aris pun mengaku menyesali perbuatannya.

"Saya sungguh-sungguh sangat menyesal," kata Aris di hadapan wartawan di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Senin (15/4/2019).

Kepada orang tua korban, Budi Hartanto (28), Aris pun meminta maaf karena perbuatannya mengakibatkan nyawa melayang.

"Saya ingin menyampaikan ke keluarga korban, saya minta maaf sebesar-besarnya," ujar Aris sesenggukan.

Sementara Kasubdit III Jatanras Polda Jatim AKBP Leonard Sinambela langsung menepuk punggung Aris. Dia mengatakan Aris tak pantas menangis lantaran perbuatan sadisnya yang telah membunuh korban.

"Jangan mendayu-dayu kamu. Sadis kok mendayu-dayu," tegas Leo kepada Aris.

Dalam melakukan pembunuhan ini, Aris dibantu teman yang juga tetangganya, Azis Prakoso (23). Pembunuhan ini terjadi di warung kopi milik Aris yang berlokasi di Jalan Surya, Kediri.

Simak Juga Ortu Tersangka Pemutilasi Mayat dalam Koper Nangis: Saya Nggak Percaya

[Gambas:Video 20detik]


(hil/fat)

Sumber: detik.com
Loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.

loading...

Developed in conjunction with Joomla extensions.